Adam Malik : Tokoh Hebat Indonesia Tanpa Ijazah

73

Adam Malik kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara 22 Juli 1917. Buah hati dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Semasa Adam Malik kecil gemar menonton film koboi, membaca dan fotografi. 
Pernah mengenyam pendidikan di HIS (setingkat SD) selepas lulus membantu ayahnya kerja di toko Murah. Sembari kerja Adam Malik mengisi waktu luang dengan banyak membaca buku.

Karir politik bermula saat berusia 17 tahun menjabat ketua Partindo di Pemantang Siantar (1934-1935). Pada usia 20 tahun. Adam Malik bersama Soemarang, Sipatuhar, Armin Pane, Abdul hakim dan Pandu Kartawiguna mendirikan kantor berita ANTARA tahun 1937  di Jl. Pinangsia 38 Jakarta kota.

Di masa penjajahan Jepang Adam Malik aktif bergerilya memperjuangkan kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus 1945, Adam Malik menjadi salah satu tokoh yang melarikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. 
Namun menginjak tahun 1950-an karir politiknya melejit, dia dipilih Soekarno menjadi duta besar luar biasa untuk Uni Societ dan Polandia. Pada tahun 1977 menjadi ketua MPR. Jabatan tertinggi menjadi wakil presiden ke-3 berdasarkan sidang Umum MPR Maret 1978.

Rekomendasi Berita

Baca Juga