Habibie dan Cintanya yang Hakiki untuk Ainun

87
Mantan Presiden RI BJ Habibie melakukan ziarah di Makam Ainun di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.

SABTU, 25 Juni atau tepat hari ini, 80 tahun tahun lalu B.J.Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan. Dan sudah lebih dari enam tahun Habibie kehilangan istri tercinta, Hasri Ainun Habibie. Perempuan itu telah menemaninya selama 48 tahun 10 hari.

Sepanjang masa tanpa belahan jiwa itu dia rutin mengunjungi makam Ainun. Di usianya yang kini 80 tahun, Habibie memberikan teladan tentang apa yang dia sebut sebagai cinta ilahiah: sebuah kasih yang melampaui cinta sejati.

YA, sejak Ainun berpulang pada 22 Mei 2010, Habibie setia mengunjungi pusara kekasih abadinya itu. Setiap ke sana, Habibie selalu mengenakan syal peninggalan Ainun.

Syal berwarna krem itu melingkar di lehernya. Melengkapi baju koko yang dia kenakan. Itulah syal pengusir sepi yang membuat Habibie selalu merasa ada Ainun di sisi.

“Ini syal punya Ibu Ainun. Tidak pernah saya cuci. Malam-malam selalu saya bawa ke bantal saya untuk menemani saya tidur. Jadi, saya tidak pernah merasa sendiri,” tutur Habibie kepada Jawa Pos yang mengikutinya nyekar di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (10/6).

Habibie nyekar ke makam Ainun tiap Jumat. Saat berziarah, dia selalu mengenakan pakaian yang sama. Baju koko berwarna putih itu juga pilihan sang istri. “Pakaian semua Ainun yang pilih,” ungkap dia.

Orang bilang itulah cinta sejati. Namun, bagi Habibie, kasihnya ke perempuan yang dia nikahi pada 12 Mei 1962 itu melebihi cinta sejati. “Cinta sejati itu bisa dipisahkan oleh maut. Tapi, cinta saya dan Ainun tidak bisa dipisahkan maut,” katanya.

Habibie berkeyakinan bahwa maut yang menjemput Ainun terlebih dahulu tidak bisa menghapus cintanya. “Cinta yang bahkan maut pun tidak bisa memisahkan itu hanya mungkin terjadi kalau Anda kecipratan atau diberi cinta ilahi,” tuturnya.

(jpnn/sulselsatu)

Habibie dan Cintanya yang Hakiki untuk Ainun 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga