PILGUB DKI JAKARTA : JSI Prediksi Pemilih Agus-Silvy Akan Beralih ke Anis-Sandi

122

MAKASSAR – Pertarungan Pilgub DKI Jakarta tampak sengit. Hal tersebut terlihat dari hasil Quick Count atau hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei untuk melihat perolehan suara tiga pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dari hasil Quick Count lembaga survei tersebut paslon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Silvyana Murni (Agus-Silvy) berada di posisi buncit dibandingkan dengan dua paslon lainnya yakni Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

Dengan tidak adanya paslon di Pilgub DKI Jakarta yang mampu meraup suara 50+1, dipastikan Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung putaran kedua.

Supervisor Pemenangan JSI Arief Saleh menjelaskan dengan melihat hasil Quick Count Pilgub DKI Jakarta yang dilakukan sejumlah lembaga survei, bisa dipastikan Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran.

“Karena belum ada paslon yang mampu meraih suara 50 persen plus 1, maka Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran yan dimana Anies-Sandi dan Ahok-Djarot akan kembali bertarung,” ujarnya kepada SULSELSATU.com saat ditemui di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu 15 Februari 2017.

Dengan tersingkirnya paslon nomor urut 1 Agus-Silvy karena berada di posisi buncit, membuat pertarungan di putaran kedua akan semakin sengit. Arief Saleh meprediksi pendukung ataupun pemilih Agus-Silvy di putaran pertama tadi, akan mengalihkan dukungannya kepada paslon nomor urut 3 Anie Baswedan-Sandiaga Uno.

“Kemungkinan bisa saja pendukung dan pemilih Agus-Silvy akan beralih ke Anies-Sandi dibandingkan ke Ahok-Djarot. Itu pada dasarnya pemilih Agus-Silvy adalah pemilih yang tidak menyukai Ahok-Djarot,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut dia, putaran kedua Pilgub DKI Jakarta pasti akan lebih sengit dan seru dibandingkan putaran pertama.

Rekomendasi Berita

Baca Juga