Kompak, Tahanan KPK Tak Ada yang Pilih Ahok

74
Tahanan KPK pun ikut menggunakan hak pilihnya untuk Pilgub DKI Jakarta/INILAH.com

JAKARTA – Pesta demokrasi, Pilkada serentak 2017 di 101 Provinsi dan Kabupaten/Kota dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya menentukan siapa yang akan memimpin daerahnya masing-masing untuk lima tahun kedepan.

Tidak terkecuali masyarakat DKI Jakarta yang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setidaknya ada tujuh tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di Gedung C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 15 Februari 2017.

Adapun tujuh tersangka KPK itu diantaranya yakni, Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau Choel Mallarangeng, dan mantan Ketua Komisi D DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M Sanusi, M Adami Okta, Andi Taufan Tiro, Fahmi Darmawansyah, Basuki Hariman, dan Ramapaniker Rajamohanan Nair.

Nah, untuk suami Inneke Koesherawati yakni Fahmi dan Choel dengan kompak memilih calon selain nomor urut dua yakni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Choel adalah tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, dan Sanusi yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap Raperda Reklamasi dan Tindak Pidana Pencucian (TPPU).

“Yang penting tidak nomor dua,” kata Choel dan Sanusi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Pencoblosan dilakukan setelah ketujuh tahanan yang menggunakan hak pilihnya tiba di lokasi. Selain Choel dan Sanusi, tahanan lainnya yang mencoblos di Gedung KPK, yakni Andi Taufan Tiro, politikus PAN yang menjadi tersangka kasus suap proyek jalan Kempupera; Dirut PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah dan anak buahnya M Adami Okta yang berstatus tersangka kasus suap proyek di Bakamla.

Kemudian, Dirut CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman yang berstatus tersangka kasus suap Judicial Review UU di MK; serta Ramapaniker Rajamohanan Nair, terdakwa kasus dugaan suap penghapusan pajak PT EK Prima.

Secara bergiliran Rajamohanan, Fahmi, Adami, Basuki, Sanusi, Andi Taufan, dan Choel menggunakan hak pilihnya setelah dipanggil petugas dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sumber : INILAH.com

Rekomendasi Berita

Baca Juga