Kader Golkar “Tertinggal” Di Pilkada Takalar, Jalan Terjal NH Menuju Pilgub Sulsel

230
Pengamat politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad

MAKASSAR – Hasil rilis tabulasi form C1 di website resmi milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), menunjukkan kader Golkar yang bertarung di Pilkada Takalar yakni Burnahuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim dalam kondisi tertinggal dalam perolehan suara di Pilkada Takalar.

Tertinggalnya perolehan suara kader Golkar di Pilkada Takalar, diprediksi akan berdampak pada persiapan Partai Golkar yag akan mengusung di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Apalagi sejak pergantian Ketua Golkar Sulsel dari Syahrul Yasin Limpo ke Nurdin Halid membuat cengkraman Partai Golkar di daerah dalam menghadapi even politik semakin melemah.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menilai tertinggalnya perolehan suara kader Golkar di Pilkada Takalar secara tidak langsung akan berefek pada pentas demokrasi selanjutnya yang akan digelar 2018 mendatang.

Kader Golkar "Tertinggal" Di Pilkada Takalar, Jalan Terjal NH Menuju Pilgub Sulsel 1

Selain itu, kata dia, sejak Nurdin Halid mengambil alih Golkar Sulsel dari tangan Syahrul Yasin Limpo menjadi ujian pertama Nurdin Halid memenangkan kontestasi di ajang Pilkada untuk menuju Pilgub Sulsel.

“Di sinilah dilihat kepiawaian Nurdin Halid dalam memenangkan kader Golkar di event politik di Sulsel sejak menjadi Ketua Golkar Sulsel,” ujarnya kepada SULSELSATU.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis 16 Februari 2017.

Firdaus menilai, Pilkada Takalar akan menjadi patokan keberhasil Ketua-Ketua Partai yang baru menjabat dalam memenangkan usungannya.

“Setidaknya, jika menang di Pilkada Takalar bisa menjadi jualan partai di momen politik berikutnya,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Baca Juga