Disebut Hasil Surveinya Menyesatkan, Herman Heizer : Resiko Pekerjaan

277
Direktur CRC Herman Heizer/Int

MAKASSAR – Rilis survei Pilkada Takalar yang dilakukan oleh Celebes Research Centre (CRC) sepekan sebelum pelaksanaan Pilkada, menuai kecaman dari tim pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim.

Pasalnya rilis hasil survei tersebut dianggap menyesatkan oleh tim pemenangan Bur-Nojeng, sehingga simpatisan terlena dengan selisih suara yang begitu jauh dengan rivalnya Syamsari Kitta-H Achmad dg Se’re.

Mendapatkan kecaman dari tim pemenangan Bur-Nojeng, Herman Heizer pun angkat bicara. Herman yang tak lain Ketua BPD Hipmi Sulsel ini mengaku kecaman tersebut sebagai resiko pekerjaannya selaku lembaga survei yang mendampingi Bur-Nojeng di Pilkada Takalar.

” Survei dan rilis itu atas permintaan klien. Ini resiko pekerjaan saya. Saya siap pertanggungjawabkan secara hukum dan metodologi,” ujarnya, Kamis 16 Februari 2017.

Ia menambahkan adanya perbedaan data hasil rilis surveinya dengan hasil real count form C1 Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang terjadi. ” Bahwa ada erbedaan dengan tabulasi C1 KPU, terjadi dikarenakan masih adanya sisa waktu 7 hari yang bisa membuat hasil berubah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, H-7 Pilkada Takalar, CRC melansir hasil surveinya yang dimana dalam rilisnya menyebutkan paslon nomor urut 1 Bur-Nojeng disebut unggul 61,3 persen, sementara rivalnya hanya merai dukungan 29,8 persen.

Akibat rilis tersebut, sejumlah simpatisan Bur-Nojeng mengaku kecewa dengan melihat fakta hasil tabulasi Form C1 KPU yang terlihat berbeda dengan hasil survei yang di rilis CRC. Bahkan simpatisan tersebut menyebut Direktur CRC sebagai penipu.

Disebut Hasil Surveinya Menyesatkan, Herman Heizer : Resiko Pekerjaan 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga