Kagum dengan Kecantikan Ideal Model? Tunggu Dulu, Ini Hal Berat yang Mereka Lalui

67

GERAKAN santai model di atas panggung seringkali mengundang decak kagum. Paras rupawan ditambah tubuh yang indah membuat pakaian yang mereka kenakan terlihat indah. Tidak jarang hal itu membuat banyak wanita berlomba memiliki tubuh bak model.

Padahal di balik tubuh indah yang mereka miliki, ada harga yang harus dibayar. Tidak jarang, nyawa menjadi taruhannya.

Melansir News, Sannie Pedersen, seorang model asal Denmark membuka kisah pilu perjuangan model untuk dapat beraksi di atas panggung.

Pedersen menuturkan, untuk bisa tampil di atas panggung, para model harus ‘bertarung’ bak gladiator. Ia menjelaskan, persaingan dunia fesyen yang keras membuat seorang model harus memiliki tubuh langsing yang dianggap proporsional.

Untuk mendapatkan hal itu, tidak jarang para model melakukan cara tidak masuk akal seperti diet ekstrem yang berujung pada kelainan makan.

“Saya pernah melihat model 16 tahun yang hampir bunuh diri, ia hanya makan bola kapas untuk bertahan hidup,” ujar Pedersen.

Model berusia 27 tahun itu bercerita tentang pengalamannya. Saat pertama kali pergi ke New York, rasa putus asa untuk mendapatkan ‘panggung’ membuat dia menjalani diet ketat. Sehari-hari dia mengisap 20 batang rokok, minum secangkir kopi, dan sedikit makanan lainnya.

Pola hidup itu membuat Pedersen berhasil memiliki berat badan 45 kilogram saja. Namun tubuh yang terlalu langsing ini bahkan membuatnya sakit saat duduk.

“Tidak ada cukup daging pada tulang saya,” ujar Pedersen yang kini memiliki berat 54 kilogram.

Pedersen tidak sendirian, banyak model mengalami hal serupa untuk mempertahankan eksistensi di dunia model. Ia mengatakan, tidak jarang para model mengalami anoreksia akibat obsesinya.

Sebelum suatu peragaan busana, Pedersen pernah mendapati teman sekamarnya meminum banyak obat pencahar dan berakhir kesakitan di kamar mandi. Ketimbang makan, wanita itu, menurut Pedersen memilih untuk minum air sebanyak mungkin.

“Saya sangat takut melihat kondisinya, dia begitu terobsesi akan berat badannya. Saya tidak tahu harus mendobrak pintu atau memanggil ambulans,” ujar Pedersen.

Kenyataan pahit yang dialami para model tidak terlepas dari permintaan petinggi industri fesyen.

Wanita yang kini telah menikah itu mengatakan, untuk dapat membawakan sebuah busana, seorang model harus memiliki lingkar panggul 86 cm, pinggang 60,96 cm, dan payudara 81,3 cm.

Ukuran kaki rupanya juga menjadi masalah. Pedersen mengungkapkan, dalam peragaan busana pihak penyelenggara tidak akan mendata ukuran kaki para model. Sehingga mereka terpaksa mencoba beragam cara untuk menjejalkan kaki di sepatu yang kadang sempit.

“Seorang teman harus berdiri berjam-jam memaksa kakinya yang berukuran 9 untuk berdesakan dalam sepatu berukuran 5,” ujar Pedersen.

Sementara itu, memiliki tubuh langsing ternyata masih belum cukup. Diperlukan nama panggung serta reputasi yang baik. Seorang model yang pernah tampil di majalah ternama dinilai memiliki kesempatan lebih besar untuk bisa berlaga membawakan rancangan desainer kelas dunia seperti Chanel, Calvin Clein, dan Oscar de la Renta.

Beberapa desainer ternama diketahui hanya mengambil model terkenal dan sedikit sekali mengambil model baru. Hanya empat wajah baru, dari puluhan model.

Lebih menyedihkan, menjadi seorang model tidak berarti memiliki banyak uang. Beberapa acara pegelaran kadang hanya memberikan baju rancangan sebagai imbalan.

Meskipun menyakitkan, menurut Pedersen masih banyak fasilitas dan kesenangan yang bisa didapatkan menjadi seorang model, yang tidak bisa dihargai dengan materi.

(cnn/sulselsatu)

Rekomendasi Berita

Baca Juga