SIDANG PENIKAMAN BRIPDA MICHAEL ABRAHAM : Saksi Mengaku Sempat Dengar Suara Letusan

95
Lima anggota Satpol PP Makassar yang dihadirkan JPU sebagai saksi persidangan penikaman terhadap Bripda MIchael Abraham di PN Makassar, Senin 20 Februari 2017/Ihwan Fajar

MAKASSAR – Sidang penikaman terhadap anggota Sabhara Polda Sulsel Bripda Michael Abraham oleh anggota Satpol PP Makassar Jusman di Pengadilan Negeri (PN) Makassar kembali digelar di ruang sidang utama AP Pettarani, Senin 20 Februari 2017.

Seperi biasa, sidang yang digelar dijaga ketat sejumlah Provost Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar. Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 5 anggota Satpol PP sebagai saksi. Adapun 5 saksi yang dihadirkan yakni Supardi, Sapri, Syarifuddin, Adriatno, dan Abdul Rahim. Dari saksi yang dihadirkan, beberapa dari mereka pun mengaku sempat mendengar suara letusan senjata saat kejadian penyerangan kantor Balai Kota Makassar, 6 Agustus 2016 lalu.

Saksi Supardi, dalam memberikan keterangannya lebih banyak mengatakan kata tidak tahu saat ditanya oleh majelis hakim dan JPU tentang kejadian penikaman. Alasannya, meski menjadi korban pemukulan saat penyerangan Balai Kota Makassar pada 6 Agustus 2016 malam, dirinya seperti tidak melihat kejadian karena kondisi yang gelap gulita.

“Saya baru tahu kalau ada yang meninggal dari anggota Sabhara setelah diberitahu oleh anggota Denpom,” ujarnya

Saat kejadian penyerangan, kata dia, dirinya adalah orang pertama yang mendapatkan pukulan dari orang tak dikenal saat mendengar letusan senjata api di kantor Balai Kota Makassar.

” Ada sempat saya dengar letusan 2 kali, tapi tidak tahu letusan apa itu. Makanya saya keluar dari mess (Satpol PP). Tapi baru satu langkah buka pintu Mess saya langsung dipukul oleh orang tak dikenal. Setelah dipukul saya lari ke lantai 2 kantor Balai Kota dan sembunyi di salah satu ruang bersama 3 pegawai Balai Kota lainnya. Setelah aman saya, baru dibawa ke lantai 10 untuk diamankan dan dibawa ke RS Pelamonia untuk mendapatkan perawatan,” paparnya

Terkait penikaman, lanjut dia, dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. Alasannya, antara dirinya dengan terdakwa Jusman berbeda pleton. “Saya baru tahu saat di Aula Denpom saat diamankan setelah dirawat di RS Pelamonia,” sebutnya.

Ia pun sempat mendengar terdakwa Jusman sebagai pelaku penikam Bripda Michael Abraham, setelah diberitahu oleh anggota Denpom tentang adanya korban meninggal saat kejadi penyerangan Balai Kota Makassar tersebut.

“Terdakwa sempat bilang, Jangan tanya siapa-siapa, saya yang tikam pakai Badik,” ungkapnya dalam persidangan, Senin 20 Februari 2017.

Hal senada disampaikan Sapri yang merupakan Komandan Pleton (Danton) terdakwa Jusman. Sapri mengaku saat kejadian penyerangan Balai Kota Makassar, dirinya sempat mendengar suara letusan senjata api.

“Saya mendengar suara letusan itu saat penyerangan. Saya langsung lari ke rumah teman, Cahyadi,” sebutnya.

Ia pun mengaku tidak mengetahui kejadian saat penikaman yang dilakukan oleh Jusman sehingga menyebabkan meninggalnya Bripda Michael Abraham.

“Saya baru tahu, setelah Jusman menelpon saya. Kalau dia yang menikam pakai Badik,” ungkapnya

Dalam sidang tersebut, JPU menghadirkan barang bukti yakni baju Satpol PP yang dikenakan terdakwa saat melakukan penikaman terhadap Bripda Michael Abraham. Hanya saja JPU tidak menghadirkan Badik yang menjadi alat digunakan Jusman menikam Bripda Michael Abraham.

Rekomendasi Berita

Baca Juga