Kader PMII Nilai Kongres XIX Awal Kemunduran, Ada Apa?

259
Konres PMII yang digelar di Palu Sulteng/IST

MAKASSAR – Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah tanggal 2-6 Mei 2017 dinilai kadernya sebagai titik kemunduran organisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) ini.

Kemunduran tersebut terlihat ditubuh Badan Pekerja Kongres (BPK), sebuah badan yang dibentuk oleh PB PMII untuk memverifikasi dokumen calon Ketua PB PMII.

Akan tetapi setelah penetapan bakal calon, idependensi dan integritas BPK dipertanyakan oleh sejumlah kader dan pengurus, baik ditingkatan PKC (wilayah) sampai dengan Cabang (kabuten/kota).

Hal itu bermula saat BPK tidak meloloskan Labusab, calon ketua PB PMII yang diusung oleh PC PMII Makassar, hanya karena persoalan saat mengikuti Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) wajah Labusab tidak tampak dalam dokumentasi gambar yang diambil panitia.

Kader PMII Nilai Kongres XIX Awal Kemunduran, Ada Apa? 1

“Ada skenario jahat yang rapi untuk mencekal saya, yang dilakukan di tubuh BPK dalam penetapan hasil verifikasi berkas bakal calon Ketua Umum PB PMII dan Kopri PB PMII,” kata Labusab, Selasa 21 Februari 2017.

Labusab mengatakan, pencoretan namanya hanya didasarkan pada 3 dokumentasi foto kegiatan PKL, di mana dirinya tidak ada dalam foto tersebut sehingga sertifikat Pelatihan Kader Lanjut (PK) yang dilampirkannnya dianggap ilegal.

Senada, Wakil Bendahara PKC PMII Sulsel, Asrul Syarif mengatakan, hal tersebut jelas sangat tidak masuk akal, pasalnya dalam AD/ART tidak ada aturan yang mewajibkan foto dijadikan acuan dasar untuk menggugurkan bakal calon.

“Mungkin aturan ini perlu dibakukan dalam AD/ART PMII dan Selfi dijadikan salah satu materi wajib dalam MAPABA PMII, agar para kader selalu nge-selfi setiap mengikuti jenjang kaderisasi, keputusan dan kehadiran BPK adalah bentuk kemunduran di tubuh PMII,” berangnya.

Akbar

Kader PMII Nilai Kongres XIX Awal Kemunduran, Ada Apa? 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga