Pembacaan Pledoi, Yusniar : Jangan Hukum Saya yang Mulia

76
Suasana Sidang Yusniar di PN Makassar, Rabu 22 Februari 2017/SULSELSATU.com

MAKASSAR – Sidang pencemaran nama baik di media sosial (medsos) yang menyeret nama Yusniar kembali di sidangkan di Ruang Sidang Dempu Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu 22 Februari 2017. Agenda sidang kali ini mendengarkan pledoi atau nota pembelaan Yusniar.

Saat sidang pembacaan pledoi tersebut, sempat Yusniar memohon kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Kasianus agar dibebaskan dari tuntutan yang menjeratnya.

“Jangan hukum saya yang mulia. Kasus ini menjadi pelajaran buat saya,” ungkapnya didepan 3 majelis hakim yang memimpin sidang.

Menurutnya, akibat kasus yang menerpa dirinya tersebut membuat dirinya menjadi perhatian masyarakat.

Pembacaan Pledoi, Yusniar : Jangan Hukum Saya yang Mulia 1

“Banyak pembeli jualan saya menanyakan kasus saya dan mereka berikan perhatian. Bahkan pembeli jualan saya bilang Kau Tongmi yang jadi korban, kau tongmi yang mau di penjarakan. Rumahmu juga sudah dibongkar,” curhatnya.

Sementara pengacara Yusniar, Ibrahim SH mengatakan tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya, yakni mengenakan pada Yusniar pasal 27 ayat 3 Undang-undang Informasi Teknologi Elektronik (ITE) tidak tepat.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang sudah dihadirkan sebelumnya, konteks status yang ditulis Yusniar multitafsir. Sementara pada pasal 27 ayat 3 UU ITE menjelaskan bahwa konteks kontennya harus monotafsir,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya menyatakan Yusniar tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah seperti sebagaimana yang dilaporkan terhadap Yusniar, membebaskan dari segala tuntutan, dan merehabilitasi nama Yusniar sesuai harkat dan martabatnya.

Usai pembacaan pledoi tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan Replik.

Ari Maryadi

Rekomendasi Berita

Baca Juga