PILKADA TAKALAR : Klaim Banyak Kecurangan, Bur-Nojeng Gugat ke MK

164
Calon Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin bersama tim kuasa hukumnya saat menggelar jumpa pers terkait rencana gugatan ke MK, Rabu 22 Februari 2017/SULSELSATU.com

MAKASSAR – Tim Kuasa Hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Pilkada Takalar, Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) menilai terjadi berbagai praktek kecurangan saat pencoblosan 15 Januari lalu.

Untuk itu, pihak tim hukum pasangan petahana itu, tengah menyiapkan sejumlah bukti pelanggaran untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau misalkan telah selesai penetapan hari ini, maka besok Kuasa hukum akan ke jakarta melakukan gugatan di MK,” Kata Anwar, Kuasa Hukum Bur-Nojeng, saat melakukan konferensi pers di Jalan Topas, Makassar, Rabu 22 Februari 2017.

Menurut Anwar, berdasarkan hasil laporan yang diterima dari seluruh saksi, tim, dan masyarakat, ada tujuh jenis pelanggaran yang banyak terjadi.

PILKADA TAKALAR : Klaim Banyak Kecurangan, Bur-Nojeng Gugat ke MK 1

“Pelanggaran itu diantaranya, memilih lebih dari dua kali, memilih bukan di alamat TPS asal, menggunakan C6 yang bukan miliknya, pemilih dibawah umur, pemilih bukan warga takalar, oknum KPPS merusak surat suara, serta Pemilih siluman yang disisipkan di DPT,” jelas Anwar

Modus kecurangan yang dilakukan ungkap Anwar, cukup canggih dengan memaksakan Nomor induk kependudukan (NIK) palsu masuk kedalam daftar pemilih tetap (DPT) sehingga mendapatkan C6.

“Kami bisa deteksi di TPS mana saja mereka gunakan, sebarannya diberbagai TPS dari NIK palsu ini,” tambah Anwar

Hal itu menurut Anwar, secara nyata melanggar UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada pasal 55, 177 poin A dan B serta melanggar PKPU nomor 8 pasal 13 poin A dan surat edaran KPU Pusat nomor 55a.

“Jelas pelanggaran ini ancamannya 6 Tahun penjara dan bagi penyelenggara bisa diperberat sepertiga jadi totalnya 8 tahun,” demikian Anwar.

Akbar

PILKADA TAKALAR : Klaim Banyak Kecurangan, Bur-Nojeng Gugat ke MK 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga