KPPU Sulsel Nilai Tender Pengadaan Barang dan Jasa Rawan Praktik Monopoli

83
Diskusi Tematik KPPU Sulsel tentang monopoli usaha yang digelar di Caffe Chopper, Kamis 23 Februari 2017/SULSELSATU.com

MAKASSAR – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai tender pengadaan barang dan jasa di Wilayah Sulsel kerap terjadi praktik monopoli.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kabag Penegakan Hukum KPPU Sulsel, Tunan Andika Putra melalui Diskusi Tematik di Caffe Chopper, Kamis 23 Februari 2017.

Berdasarkan laporan yang diterima oleh KPPU sejak tahun 2016, pengadaan barang dan jasa merupakan sektor yang paling mendominasi mengenai adanya praktir monopoli.

Menurut Tunan, pihaknya kerap menemukaan adanya dugaan persekongkolan pemenang tender dengan berbagai pihak yang terkait.

“Sejauh ini dari laporan masyarakata sektor pengadaan barang dan jasa yang mendominasi,” ungkapnya.

“Misalnya, ada perusahaan yang melakukan usaha dengan sistem jual rugi. Hal ini dilakukan agar perusahaan pesaingnya bangkrut. Selanjutnya perusahaan itu menaikkan harga ketika pesaing telah bangkrut,” imbuhnya.

Untuk itu, lanjut Tunan, KKPU berupaya melakukan pengawasan agar persaingan usaha berjalan dengan baik tanpa adanya pihak yang dirugikan. “Sebab praktik monopoli merupakan hal tidak dibolehkan dalam persaingan usaha di Indonesia,” pungkasnya.

Tunan menambahkan, kewenangan KPPU hanyalah dalam pengawasan praktik monopoli. Sementara bila proses lelang dan tender ditemukan adanya korupsi, KPPU tidak punya kewenangan. “Kalau ditemukan ada kerugiaan negara, itu bukan wilayah KPPU,” tegasnya.

Ari Maryadi

Rekomendasi Berita

Baca Juga