Tampuk Pimpinan Kejati Sulselbar Berganti, Jan Maringka Dapat “Warisan” Kasus Korupsi

155

MAKASSAR – Tampuk kepemimpinan di korps Adhyaksa, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar resmi berganti. Kepala Kejati Sulselbar sebelumnya, Hidayatullah telah resmi ditarik ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengisi jabatan Inspektur 1 Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).

Posisi yang ditinggalkan Hidayatullah diisi oleh Jan Samuel Maringka yang sebelumnya menjabat di Kepala Kejati Maluku.

Dari beberapa kasus korupsi yang telah ditangani Kejati Sulselbar semasa dipimpina Hidayatullah, ada beberapa warisan kasus korupsi yang harus diselesaikan oleh Jan S Maringka sebagai Kepala Kejati Sulselbar yang baru.

Lembaga Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi mencatat ada 29 kasus korupsi yang ditangani Kejati Sulselbar tahun 2016, ditambah 20 kasus korupsi baru yang ditangani selama 2017 ini.

“Kami melihat ada beberapa kasus yang ditangani, namun belum mkasimal dalam hal penuntasannya. Masih banyak kasus-kasus yang mandek dan dihentikan begitu saja,” jelas Badan Pekerja ACC Sulawesi Abd Kadir Wokanubun.

Menurut Kadir, banyak kasus-kasus yang menyita perhatian publik dan melibatkan orang penting tidak ditangani dengan serius selama kepemimpinan Hidayatullah. Dia berharap Kajati baru, Jan Maringka, bisa bersikap profesional dan tak seperti pendahulunya.

“Kejati belum mampu untuk tuntaskan kasus-kasus mandek selama di bawah pimpinan Hidayatullah. Semoga Kajati baru, nantinya bisa lebih serius tuntaskan kasus korupsi peninggalan pejabat lama,” ungkap Kadir.

Beberapa warisan kasus korupsi yang menjadi warisan untuk Jan Maringka agar bisa diselesaikan yakni, kasus korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, kasus korupsi sewa lahan negara di Keluarahan Buloa Makassar, korupsi Dana Insentif Daerah (DID) Luwu Utara, korupsi penjualan lahan negara di Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Takalar, korupsi Alat Kesehatan (Alkes) Pangkep, dan korupsi dana Bansos.

Rekomendasi Berita

Baca Juga