Terkuak, Ternyata Setoran Freeport ke Negara Lebih Rendah Dibandingkan Pertamina dan Telkom

99
Tambang PT Freeport Indonesia (int)

JAKARTA – Masalah PT Freeport dengan pemerintah Indonesia menjadi perhatian masyarakat. Apalagi, adanya rencana PT Freeport yang akan menggugat pemerintah Indonesia ke Komisi Arbitrase karena enggan menyetujui adanya kontrak karya yang disedoran pemerintah Joko Widodo.

Akibat Sengkarut tersebut dapat mengancam pasokan tembaga dan nikel serta dapat menguncang pasar dunia. Namun Saham FMI (FCX) terancam longsor di New York Stock Exchange (NYSE).

FMI yang bermarkas di Arizona adalah pemegang saham mayoritas atas tambang tembaga terbuka terbesar kedua di duinia yang berlokasi di gunung Grasberg, papua.Ekspor kosentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PT FI) dihentikan sejak 12 Januari 2017, karena FPT FI tak kunjung membangun smelter.

Pemerintah RI menawarkan izin ekspor konsentrat sebesar 5,23% selama setahun ke depan, dengan syarat PT FI harus membangun smelter (tanur pemurnian) tembaga yang baru dalam lima tahun ke depan dan statusnya harus berubah menjadi Izin Usaha Penambangan Khusus (IUPK). PT FI pun berkwajiban melepas 51 persen sahamnya, sesuai dengan Kontrak Karya pertambangan dan UU no.4/2009 tentang mineral dan batubara.

Terkuak, Ternyata Setoran Freeport ke Negara Lebih Rendah Dibandingkan Pertamina dan Telkom 1

Tambang di Grasberg, di Mimika, menyumbang sepertiga produksi tahunan tembaga FMI, dan sekitar 40-50% dari aset FMI secara keseluruhan.

CEO FMI Richard Adkerson menampik Peraturan Menteri ESDM no.5/2016 yang memperkuat UU no.4/2009, dan menggertak akan berperkara di Mahkamah Arbritase Internasional atas penghentian ekspor pada pertengahan Januari 2017.

Tapi Menteri ESDM Ignasius Jonan menantang balik ucapan Adkerson, bahwa hak untuk berperkara di Mahkamah Arbitrase Internasional bukan eksklusif hak FMI, tetapi pemerintah RI juga memiliki hak yang sama.

PT FI yang mengklaim sebagai penyumbang terbesar perekonomianIndonesia, ternyata hanyalah “tong kosong nyaring bunyinya.” PT FI hanya menyetor Rp 6,4 triliun dalam bentuk pajak, royalti dan pungutan lainnya.

Sementara PT Pertamina (Persero) yang menyetor pajak dan dividen ke pemerintah sebesar Rp 78.42 triliun pada 2015. Dan kapitalisasi pasar saham FMI yang US$ 21,47 miliar (Rp 287 triliun), kalah dengan kapitalisasi pasar saham PT Telkom sebesar Rp. 384 ,3 triliun, atau PT BCA Tbk sebesar Rp 381,5 triliun atau bahkan PT Astra International Tbk yang Rp 320, 8 triliun.

Menteri Jonan yang semula mengira kapitalisasi saham FMI sebesar gajah, “ternyata sapi belaka,”kata Jonan.

Kocek FMI bakal kobol-kobol jika tidak dapat mengekspor hasil tambang di Grasberg, dan berakibat tak bakal mampu berinvestasi dalam pengembangan di tambang yang ada di AS baratdaya.

Pendapatan perasional PT FI di Mimika sebesar US$ 3,3 miliar sepanjang 2016, dan bakal mencapai US$ 5,9 miliar jika operasinya berjalan normal sepanjang 2017.

Sumber INILAH.com

Terkuak, Ternyata Setoran Freeport ke Negara Lebih Rendah Dibandingkan Pertamina dan Telkom 2

Rekomendasi Berita

Baca Juga