Legislator RI minta Pemerintah Perbaiki Sistem Distribusi Cabai

47
Anggota DPR RI Dapil Sulsel Akmal Pasluddin/IST

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, setiap hari masyarakat Indonesia mengkonsumsi cabai, meskipun dalam jumlah kecil sekitaran 4,36 Kg per kapita per tahun.

Meski demikian, dengan permintaan yang rutin tiap hari fluktuasi harga akan memberikan dampak keresahan yang cukup berarti bagi masyarakat luas.

“Saya sangat berharap kapada pemerintah, untuk mampu mengendalikan aspek pasokan (supply) dan permintaan (demand) pada saat musim hujan. Karena pada musim ini, harga cabai melonjak tak terkendali seperti saat ini, bahkan dalam jangka waktu yang cukup lama”, kata Politisi PKS itu.

Menurut Akmal, hingga saat ini, kejadian rutin tiap tahun pada tataniaga cabai selalu mengalami lonjakan. Pada musim hujan, terjadi kekurangan pasokan cabai sedangkan konsumsi tetap sehingga terjadi kenaikan harga cabai yang sangat tajam.

Apalagi lanjut Akmal, Solusi dari pemerintah untuk turut campur tangan sehingga terjadi keseimbangan dan kestabilan hingga kini belum ada solusi komprehensif.

Untuk itu Akmal meminta, pemerintah untuk segera memperbaiki sistim distribusi dan tata niaga cabai dengan memangkas jalur distribusi yang merugikan konsumen di tingkat akhir.

Selanjutnya FPKS juga meminta kepada pemerintah agar mampu mengurangi dampak terjadinya pasar oligopoli yang bersifat “price maker” dan memperbaiki sebaran daerah sentra produksi cabai.

“Saya secara khusus di komisi IV dimana kementerian pertanian menjadi mitra kami, akan menyampaikan sikap fraksi PKS agar pemerintah dapat segera melakukan stabilisasi produksi cabai di saat musim hujan dengan manajemen produksi dan teknis budidaya yang lebih baik”, kata Akmal.

Akmal menambahkan bahwa Fraksinya meminta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian meningkatkan produksi cabai olahan sebagai alternatif pengganti cabai segar terutama untuk manajemen stok di saat musim hujan.

“Saya berharap, harga cabai ini tidak terlalu lama lagi dapat diturunkan. Sudah terlalu lama cabai ini harganya tinggi, padahal hampir tiap hari sebagian masyarakat mengkonsumsi cabai sebagai bahan tambahan berbagai bentuk variasi produk makanan olahan”, pungkas Andi Akmal Pasluddin.

Akbar

Rekomendasi Berita

Baca Juga