Syamsuddin Karlos dan Muchtar Tompo Perang Opini Soal Bendungan Karelloe

163
Anggota DPR RI dari Fraksi Hanura Mukhtar Tompo

MAKASSAR – Legislator DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos berseteru dengan legislator DPR-RI Mukhtar Tompo terkait  mandeknya pengerjaan bendungan Karelloe di Jeneponto.

Hal itu di picu komentar Muchtar Tompo di salah satu Grup Whatsapp yang menyebut Jika bendungan tersebut tidak rampung tahun ini, merupakan kegagalan besar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di akhir jabatannya. 

“Jika tak dibangun tahun ini, maka masyarakat tak kecewa lagi, tapi marah. Proyek ini mulai dirancang saat SYL bupati Gowa saat itu. Isu ini telah mengantarkan beliau jadi Wagub Sulsel, terus jadi Gubernur dua periode,” kata Mukhtar.

Mukhtar juga merasa heran, Jeneponto seakan-akan dipaksa bertekuk lutut dengan mengalihkan pembangunan ke wilayah Gowa, yang tadinya proyek ini dibangun di Jeneponto. Baginya, Karelloe hanya jadi pemanis bibir, sandiwara politik, yang isunya hanya mendekati Pilkada Jeneponto dan Pilkada Gubernur.

“Entah janji apalagi dilontarkan calon gubernur mendatang untuk warga Jeneponto. Bendungan Karelloe itu hanya jadi janji kampanye gubernur selama ini. Pak Gubernur harus menunjukkan komitmennya merampungkan ini,” ketus Mukhtar.

Pernyataan tersebut membuat Syamsuddin Karlos tersinggung, menurutnya pernyataan Mukhtar seakan membuat institusi pemerintahan tidak berbuat apa-apa menangani proyek bendungan tersebut. 

“Saya minta kepada Mukhtar Tompo untuk tidak mencari kambing hitam dalam persoalan proyek bendungan Karelloe. Karena kita ini sudah bekerja maksimal, buktinya kita panggil Balai Pompengan untuk rapat bersama membahas persoalan ini,” Jelasnya di DPRD Sulsel, Kamis 3 Februari 2017.

Seharusnya lanjut Karlos Sapaan Syamsuddin Karlos, Mukhtar Tompo tahu memposisikan dirinya, sebab proyek tersebut adalah proyek pemerintah pusat dan menggunakan APBN. 

“Mukhtar Tompo harusnya tahu bahwa proyek tersebut menggunakan APBN, nah dia itu kan anggota DPR RI, seharusnya dia yang perjuangan anggarannya. Makanya saya bilang jangan mencari kambing hitam, kira-kira apa kontribusinya di proyek itu, tidak ada,” Demikian Syamsuddin Karlos.

Diketahui, baik Syamsuddin Karlos maupun Mukhtar Tompo merupakan Putra daerah Butta Turatea Jeneponto.

Syamsuddin Karlos dan Muchtar Tompo Perang Opini Soal Bendungan Karelloe 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga