Isu Rudal Korut tak Pengaruhi Bursa Asia

7
Bursa Asia tidak terpengaruh dengan aksi Korut yang meluncurkan rudal balistik/INILAHCOM

SULSELSATU.com, TOKYO – Pasca Korea Utara meluncurkan rudal balistik, ternyata tidak mempengaruhi bursa saham Asia, utamanya bursa Jepang dan Korea Selatan. Meski sentimen negatif atas peluncuran rudal tersebut.

Investor menaruh perhatiannya lagi pada sentimen dari Amerika pada pekan lalu. Pasar Asia mencermati arah kebijakan Fed menjelang pertemuan bulan ini pada 14-15 Maret 2017.

Kospi Korea Selatan turun 0,1% akibat dari berlanjutnya program nuklir dari tetangganya. Nikkei Stock Average Jepang turun 0,5% karena beberapa rudal jatuh di Zona Ekonomi Ekslusifnya.

Peluncuran rudal menegaskan ketidakpastian Korea Utara, kata Jingyi Pan, ahli strategi pasar di IG Group yang dikutip dari marketwatch.com. Namun kedua pasar saham ini, Jepang dan Korea Selatan juga tertekan dari pengaruh negaranya sendiri. Yen mengalami rebound terhadap dolar setelah turun satu hari dan membebani saham Jepang, terutama asuransi dan ekspor.

Di Korea Selatan, ada beberapa carry over dari pergesaran di Jumat (3/3/2017) lalu sebesar 1,1% dan merupakan pergerseran terbesar selama empat bulan dan China yang membatasi kunjungan warga negaranya ke Korea Selatan.

Sementara won melemah setelah peluncuran rudal dan kurangnya kunjugan pariwisata dari Chinha, kata Sean Callow, ahli strategi mata uang senir di Westpac.
Namun, di beberapa pasar saham, negara lain malah meningkat dibanding pelemahan masal minggu lalu.

Australia S&P / ASX 200 XJO naik 0,2% yang didukung oleh kenaikan harga komoditas. Hong Kong Hang Seng Index HSI naik 0,2% dan Shanghai Composite Index naik 0,4%. Saham China dibuka dengan angka lebih rendah, menunjukkan sedikit reaksi investor terhadap pembaharuan ekonomi dari National People’s Congress pekan lalu.

Premier China, Li Keqiang menargetkan pertumbuhan GDP China untuk tahun ini sekitar 6,5% dibanding dengan target 2016 sekitar 6,5% dan 7%. Target tahun ini sejalan dengan harapan banyak analisis. “Tahun ini Beijing menargetkan stabilitas, bukan pengetatan,” kata UBS.

Isu Rudal Korut tak Pengaruhi Bursa Asia 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga