Gaya Menteri ESDM Jadi “Sales” Program Lampu Surya

6
Menteri ESDM Jonan Ignasius saat memaparkan soal program Lampu Surya di depan tiga Menteri lainnya/inilah.com

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ada hal unik diperlihatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jonan Ignasius yang menjelaskan secara langsung tentang program lampu surya, bak seakan-akan seperti Sales.

Jonan menjelaskan dihadapan tiga menteri lainnya, yaitu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Jonan pernah menjelaskan tentang apa itu lampu surya, lengkap dengan alat peraga.

Hingga tahun 2018, ada sebanyak 16.394 lampu surya yang disiapkan Kementerian ESDM untuk dibagikan ke Papua. “Paket lampu surya sampai tahun 2018 untuk 16.394 kepala keluarga,” tutur Jonan dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan yang dilansir inilah.com, Minggu (5/3/2017).

Sembari memeragakan cara kerja lampu, Jonan menjelaskan, kalau lampu ini akan dibagikan sebanyak empat buah setiap rumah dengan daya 100 Watt.

“(Kalau) pakai ini satu rumah dapat empat lampu, kira-kira 100 watt kalau lampu biasa. Kalau yang begini bisa nyala 6 jam. Kalau agak redup 12 jam, lebih redup lagi 60jam,”jelasnya.

Selanjutnya, Jonan menuturkan, harga lampu dipatok sekitar Rp 3-3,5 juta termasuk jaminan bisa lepas pasang. Lampu surya juga bisa ditempel di pohon kelapa, genting dan lain-lain. Satu lagi, Jonan bilang, lampu ini juga ada colokan chargernya.

“Ini bisa (dapat) empat (satu) rumah dan ini ada (untuk) cas hp-nya. Ini (cas hp) soal kreatifitas,” ujarnya.

Selain itu, mantan meteri perhubungan ini bilang, lampu tenaga surya ini bisa juga berfungsi sebagai sentar. “Kalau tetangganya enggak ada lampu bisa pakai ini buat senter,” ungkapnya.

Jonan bilang, pengguna tidak perlu khawatir bila atap rumahnya terlalu tinggi. Sebab kabelnya bisa ditarik. Jonan tidak sungkan untuk menguji coba ‘produknya’. Lantas dia meminta petugas lighting untuk mematikan ruangan. “Kalau atapnya tinggi ini kan biasa. Kalau terlalu tinggi bisa ditarik. Kalau ruangannya lebih gelap lagi ini mestinya lebih terang,”ucapnya.

Jonan menambahkan, bahwa lampu surya ini bukan hanya dapat dinikmati oleh warga Papua saja tetapi juga rumah warga dibagian wilayah Indonesia lainnya. “Ada 2.519 desa yang gelap gulita ini yang akan kita pasang lampu surya. Dan 85% nya mungkin ada di Papua dan Papua Barat,” tukasnya.

Rekomendasi Berita

Baca Juga