Banser Bubarkan Pengajian Khalid Basalamah, Ini Penjelasan Ansor

47
Ansor, Banser, Banser Sidoarjo, Khalid Basalamah, NU, Jawa Timur, Sidoarjo
Gerakan Pemuda Ansor. (INT)

SULSELSATU.com, SURABAYA– Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo angkat suara terkait pembubaran ceramah ustad Khalid Basalamah di Masjid Shalahuddin di Perumahan Puri Surya Jaya Gedangan, beberapa waktu lalu. Pasalnya, usai melakukan penolakan terhadap Khalid Basalamah muncul banyak isu dan berita baik di media online dan sosial media.

Diantaranya Ansor membubarkan majelis ilmu, Ansor merusak masjid, gereja dijaga namun kegiatan ilmu sesama muslim dibubarkan dan banyak berita miring yang muncul.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo H. Riza Ali Faizin mengatakan ada yang sengaja menyebarkan berita yang tidak sebenarnya, mendramatisir bahkan keluar dari konteks kejadian dengan tujuan menjelekkan kelompok lain dan mengambil simpati.

PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo melakukan klarifikasi dan menceritakan kronologi kejadian yang terjadi di Masjid Shalahuddin di Perumaham Puri Surya Jaya Gedangan.

Banser Bubarkan Pengajian Khalid Basalamah, Ini Penjelasan Ansor 1

Diantara poin klarifikasi itu, yakni, yang ditolak GP Ansor Sidoarjo bukanlah majelis ilmunya sebagai bukti ketika Khalid Basalamah turun diganti ustadz lain.

“Ceramah terus berlangsung dan kita tidak mempermasalahkan dan pengajian dilanjutkan sampai selesai,” kata H. Riza Ali Faizin.

Saat forum mediasi oleh Kapolresta Sidoarjo Kombespol Muh. Anwar Nasir, antara MWC NU, Ansor, panitia dan pengurus masjid, Kapolresta meminta bukti rekaman atau contoh ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovokasi dan rentan menimbulkan konflik.

Di lokasi, Ansor sudah menyiapkan tiga video bagaimana Khalid Basalamah menelanjangi ajaran lain menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalahan, mensyirikkan tampa perbandingan dalil, inilah yang kemudian menjadi pokok persoalan.

“Bukan perbedaan madzhabnya tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan Muhammadiyah dan aliran lain yang seiman bahkan dengan agama lain. Namun tidak ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai,” kata Riza dalam membacakan klarifikasi di Kantor PC GP Ansor Jalan KH Mukmin Sidoajo, seperti dikutip dari Inilah.com, Selasa (7/3/2017).

Dia menambahkan, ketika terjadi negosiasi dengan Kapolresta Sidoarjo, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid Basalamah melainkan CD rekaman. Inilah gaya mereka berbohong.

Dan ketika Ansor mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Kholid Basalamah, maka Ansor merasa dibohongi, dan tetap sabar.

“Saat itu, Ansor masih tetap pada koridor negoisasi dan percaya pada pihak kepolisian,” jelasnya.
Tapi apa yang terjadi, lanjut Riza, dalam berita yang beredar di media sosial, Ansor melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid.

“Masyallah tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor Banser NU,” tuturnya prihatin.

Justru, kata Riza, yang terjadi, disaat situasi sudah tenang dan selesai karena ada kesepakatan MoU bahwa panitia akan menghentikan ceramah Khalid Basalamah serta tidak akan menaikkan mimbar lagi dan bahkan pengurus masjid tidak akan mengundangnya dikemudian hari, namun muncul permasalahan.

Salah satunya, saat Ansor Banser mau pulang tiba tiba ada laporan Ketua PAC Ansor Tulangan Zaini dipukul Taufiqurrahman jamaah pegajian asal Kamal Bangkalan Madura. Dan pemukulnya saat itu diamankan polisi.

“Ketua PAC Tulangan tidak melawan atas pemukulan itu. Bahkan di Mapolsek Gedangan Zaini memaafkannya kerena islam yang diajarkan para pendiri NU adalah Islam yang ramah. Atas nama ukhuwah islamiyah pelaku yang mengaku warga Kamal Bangkalan dimaafkan,” ungkap pria yang kesehariannya sebagai pendidik itu.

Lebih jauh Riza menjelaskan, selain melakukan penolakan terhadap penceramah Khalid Basalamah, PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo juga meminta untuk melakukan tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Khalid Basalamah, untuk tujuan menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman.

Namun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian kerena kita konsentrasi atas hasil kesepakatan (MoU) untuk mendinginkan suasana.

“Ansor berharap, mudah-mudahan kedepan cita-cita mempertemukan antara Khalid Basalamah dengan Kyai NU di Sidoarjo atau lainnya, bisa terselenggara,” pungkas Riza berharap.

Rekomendasi Berita

Baca Juga