IORA Summit Dorong Stabilitas Ekonomi Dunia

4
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/INILAHCOM

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sejumlah pelaku usaha dari negara yang tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) akan bertemu di IORA Summit untuk pertama kalinya di Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada konferensi pers hari ini, Jumat (3/3/2017) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani.

“IORA adalah kekuatan geopolitik dan geoekonomi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kawasan ini adalah masa depan ekonomi dunia. Saat ini menjadi momentum yang tepat mengingat pertumbuhan ekonomi beberapa negara anggota IORA terbilang tinggi. Peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi IORA juga dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan, serta menciptakan lapangan kerja baru,” ungkap Mendag Enggar yang dikutip dari INILAHCOM.

Lebih lanjut, Mendag menyampaikan perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai USD 777 miliar atau naik 300% dibandingkan tahun 1994 yang sebesar USD 233 miliar. Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70% jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.

Adapun topik utama yang akan dibahas dalam IBS yaitu mendorong perdagangan dan investasi termasuk melalui UKM, pemberdayaan perempuan dalam kegiatan usaha, antara lain melalui inovasi, keterhubungan/konektivitas digital dan akses keuangan, mendorong pariwisata dan konektivitas IORA melalui pembangunan infrastruktur.

IBS nantinya akan menghasilkan Deklarasi Bersama Para Asosiasi Bisnis (KADIN) negara anggota IORA bagi kemitraan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Hasil dari IBS akan menjadi acuan dan landasan strategis bagi IORA Summit untuk dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah.

Salah satu usulan konkret pengusaha yang disampaikan melalui IBS antara lain harapan pembentukan IORA Business Travel Card (IBTC) yang mendukung mobilitas pengusaha dan memfasilitasi business-tobusiness links.

Sementara itu, Kemendag RI tengah bekerja sama dengan anggota IORA lainnya dalam proses pembuatan situs informasi/database perdagangan IORA (Trade Repository). Kerja sama ini diharapkan lebih memudahkan pelaku usaha mengetahui/memahami regulasi, kebijakan, dan informasi lain terkait perdagangan di masing-masing negara anggota IORA.

“IORA Business Summit merupakan langkah nyata mewujudkan potensi kawasan yang selama ini belum tergarap optimal. Ada pertemuan G-to-G yang membahas payung kerja sama secara umum, ada forum B-to-B yang lebih konkret mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan. Inilah yang akan menjadikan IORA masa depan ekonomi dunia,” ujar Enggar.

Sebagai bagian dari promosi perdagangan, akan diselenggarakan pula Trade Exhibition dengan tema ‘Indonesia: Source of Natural and Creative Product’ pada 5-7 Maret 2017 di pre-function Hall A, Jakarta Convention Center. Ekshibisi dibuka bagi peserta IORA Summit. Ekshibitor yang berpartisipasi, antara lain Kementerian Perdagangan, BKPM, Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi Kreatif, BPDP, HIPKI, HIMKI, coffee corner Indonesia (Tanamera, Common Ground, Kopiku Indonesia), Mustika Ratu, Tirta Ayu Spa, Enviplast, BioFarma, Niramas Utama, Pulau Sambu, Djakarta Lloyd, Sinar Mas, dan Sarinah.

Rekomendasi Berita

Baca Juga