Bur-Nojeng Dinilai Sulit Menangkan Gugatan di MK

32
Mappinawang, Bur-Nojeng, Burhanuddin Baharuddin, Natsir Ibrahim, Mahkamah Konstitusi, KPU, KPU Takalar, Pemungutan Suara Ulang, TPS, DPT, Sulsel, Makassar
Kuasa Hukum KPU Takalar, Mappinawang. (SULSELSATU/RAMDHAN AKBAR)

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Gugatan yang dilayangkan pasangan nomor urut satu pemilihan kepala daerah (Pilkada) Takalar, Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sulit mempengaruhi keputusan pleno Komisi pemilihan Umum (KPU) terkait hasil perhitungan suara pilkada Takalar.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum KPU Takalar Mappinawang. Menurutnya, gugatan yang dilayangkan pasangan petahana itu sulit dimenangkan. Apalagi jika menuntut Pengumutan Suara Ulang (PSU).

“Sulit untuk melakukan PSU karena temuan indikasi pelanggaran setelah penetapan di KPU. Kenapa mereka tidak melakukan protes jika temukan pelanggaran pada saat pengumutan suara. Sehingga langsung dilakukan PSU,” kata Mappinawang kepada awak media di Warkop Sija, Jalan Topas Makassar, Selasa (7/3/2017).

Seharusnya, kata Mappinawang, tim Pemenangan Bur-Nojeng melakukan protes pada saat pemilihan yang dilanjutkan dengan laporan ke Panwaslu. Namun, jika tidak mendapatkan penyelesaian, jelas Mappinawang, barulah dilanjutkan ke MK.

“Di setiap TPS ada saksi kenapa tidak protes dan laporkan. Karena proses di MK hanya bicara selisih suara. Kenapa ada selisih suara 2000 lebih, apakah ada penggelembungan, atau ada pelanggaran lain,” ucap mantan Ketua KPU Sulsel itu.

Tak hanya itu, Mappinawang juga membantah adanya pemilih siluman yang berjumlah 5.486 orang. Menurut Mappinawang, dalam proses penetapan DPT dilakukan dengan verifikasi yang panjang dengan melibatkan Disdukcapil, sehingga penetapan DPT betul-betul akurat.

Ramdhan Akbar

Bur-Nojeng Dinilai Sulit Menangkan Gugatan di MK 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga