Kunjungi 3 SMA di Wajo, None Temukan Ruang Sekolah Nyaris Roboh

17
Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo saat meninjau SMA di Kabupaten Wajo, Kamis (9/3/2017)/IST

SULSELSATU.com, WAJO – Pasca peralihan dari Kabupaten/Kota ke Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo melakukan Roadshow ke sejumlah Kabupaten/Kota untuk melihat secara langsung kondisi Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) se Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kali ini, None sapaan akrab Irman Yasin Limpo melakukan pemantauan langsung di Kabupaten Wajo, Kamis (9 Maret 2017). Dalam kunjungan tersebut, None mengunjungi 4 SMA dan SLB yang ada di Wajo, dari kunjungan tersebut, None menemukan beberapa kekurangan.

Kunjungi 3 SMA di Wajo, None Temukan Ruang Sekolah Nyaris Roboh
Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo saat meninjau SMA di Kabupaten Wajo, Kamis (9/3/2017)/IST

None mengunjungi empat sekolah menengah atas yakni SMAN 3 Unggulan, SMAN 1 Wajo, SLB Wajo, dan SMAN 1 Kecamatan Sabbangparu. Pada tiap sekolah, None konsisten melakukannya dengan dua metode yaitu interaksi dan pengamatan.

Ia berinteraksi dengan guru dan siswa lalu mengamati bangunan fisik (infrastruktur).

Di SMAN 3 Unggulan None gembira bahwa sekolah itu sudah mempraktekkan penggunaan komputer jinjing (laptop) untuk pelaksanaan ujian-ujian. Apalagi laptop yang digunakan merupakan aset pribadi tiap siswa.

“Saya memang lebih sepakat kalau laptop. Selain hemat daya, juga lebih simpel. Kalau pengadaan komputer PC terus kan lebih mahal dan menyedot anggaran negara,” kata None di hadapan guru-guru dan kepala sekolah.

Meski memuji infrastruktur dan kesiapan sekolah menghadapi UNBK, None tetap menemukan kekurangan seperti area parkir. Kendaraan roda dua siswa masih banyak yang diparkir hingga di depan kelas.

Beda dengan SMA 3, di SMA Negeri 1 Wajo yang letaknya tidak berjauhan, None miris melihat ada gedung yang rusak parah dan tidak difungsikan lagi. Atap menyisakan rangka balok dan tembok yang berlubang ditambah meja kursi kelas yang terbengkalai.

None yang sengaja membawa staf yang khusus menangani sarana prasarana langsung memberi perintah agar menginventarisir kerusakan-kerusakan sekolah.

Sementara di SLB Wajo, satu-satunya SLB di Wajo, None mengaku kondisinya sudah bagus dan justru melebihi beberapa SMA.

Namun ia memberi catatan agar ke depan, bersama Disdik Sulsel melengkapi fasilitas pegangan tangan khusus disabilitas, jalur khusus, komputer braille, dan bantuan Rp 25 juta untuk asrama.

Di SMA terakhir yang ia kunjungi di Wajo sebelum bergerak ke Soppeng, SMA Negeri 1 Sabbangparu, ada tiga bangunan kelas yang tak terpakai karena kondisinya yang nyaris roboh.

Lantai tegel hancur dan tembok dinding mengalami keretakan.

Meski demikian None mengaku Wajo sebagai daerah terpelajar. “Wajo ini daerah yang sejak lama terkenal memiliki kultur pendidikan yang baik. Itu terlihat dari sekolah-sekolahnya,” puji None.

Habib Rahdar

Rekomendasi Berita

Baca Juga