Diduga Terlibat Korupsi e-KTP, Badko HMI Sulselbar Sebut 3 Politisi Sulsel Memalukan

5
HMI. (Int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dugaan keterlibatan tiga politisi asal Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kasus tindak pidana korupsi e-KTP telah mencoreng nama Sulsel sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh Nasional.

Ketiga politisi yang namanya disebut dalam dakwaan kasus pengadaan e-KTP ini diantaranya Markus Nari Rp4 miliar+13.000 US Dollar, mantan Ketua Fraksi Demokrat Djafar Hafsah senilai US$100 ribu dan mantan Wakil ketua Bangar DPR RI Tamsil Linrung senilai US$700 ribu.

Ketua Bidang Sospol Badko HMI Sulselbar, Ilyas mengaku, merasa malu ketiganya disebut dalam persidangan kasus Dugaan Korupsi yang menterdakwakan Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, di Pengadilan Negeri Tipikor jakarta selatan.

“Kita sebagai putra Sulsel merasa kecewa dengan keterlibatan ketiga politisi asal Sulsel, mereka telah tercoreng nama besar Sulsel,”Kata Ilyas Ketua Bidang Sospol Badko HMI Sulselbar melalui Whatsapp, Jumat (10/3/2017).

Sementara itu, Wakil direktur Forum Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H) sulsel Sulkarnain Bhoba, meminta KPK untuk mengusut tuntas keterlibatan tiga politisi asal Sulsel, dan mendorong KPK untuk transparan membuka secara terang benderang kasus yang merugikan negara sebesar Rp2.3T

“Ketiga politisi yang diduga terlibat dalam kasus Korupai e-KTP cepratan bikin malu orang sulsel, itu memegang teguh budaya “Siri’ Na Pacce” jadi kalau mereka benar terbukti itu namanya tidak punya Siri’ (Malu)”.kata Sulkarnain Bhona

“Kasus ini harus segera dituntaskan dan apabila benar ketiga politisi ini terbukti, maka kami selaku warga sulsel mendesak ketiganya untuk angkat kaki dari sulsel,”tegasnya.

Ramdhan Akbar

Rekomendasi Berita

Baca Juga