Video Game Tak Buat Pemainnya Berperilaku Agresif

14
Game, Dampak Game, Perilaku Agresif, Perilaku Menyimpang, Dampak Buruk Game, Call of Duty, Counter Strike, Game Kekerasan, Game yang mengandung kekerasan, Video game
Call of Duty. (INT)

SULSELSATU.com– Perdebatan mengenai dampak buruk game yang bisa membuat seseorang memiliki perilaku menyimpang sudah ada sejak lama. Hal ini yang kemudian mendorong sekelompok ilmuwan melakukan riset mendalam mengenai dampak psikologis game kekerasan terhadap seseorang.

Hasilnya, game ternyata tidak membuat seseorang menjadi berperilaku agresif seperti yang diperlihatkan dalam game.

Dalam sebuah jurnal yang dirilis di situs Frontiers, kelompok ilmuwan tersebut mengatakan mereka menggunakan metode functional magnetic resonance imaging kepada gamer yang telah bermain game yang mengandung kekerasan seperti Call of Duty dan Counter Strike selama lebh dari empat tahun.

Metode tersebut digunakan karena bisa menunjukkan dampak dari video game ke perilaku seseorang.

Gamer yang berpartisipasi kali ini adalah pria, dan rata-rata bermain game lebih dari empat jam sehari. Ilmuwan kemudian mengamati aktivitas otak gamer tersebut dan membandingkannya dengan kaum non-gamer.

Jika game telah mempengaruhi perilaku seseorang, maka seharusnya aktivitas dalam otak gamer akan berbeda dengan non-gamer. Namun, nyatanya keduanya tetap sama.

Ilmuwan kemudian menguji kedua kelompok tersebut dengan pertanyaan psikologis untuk mengukur empati di masing-masing individu. Kembali lagi, keduanya memiliki tingkat empati yang sama. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa game tidak mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Namun, hasil penelitian ini bukan berarti malah membuat kita tidak waspada. Gamer, terutama anak-anak masih harus diarahkan oleh orang dewasa sehingga mereka bisa mencerna konten dengan baik. Itulah sebabnya game memiliki sistim rating dan itu harus kita patuhi agar anak tidak mengkonsumsi konten yang belum semestinya dikonsumsi oleh mereka.

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga