Wapres JK Kritik Film “Silariang”

32
Silariang, Film Silariang, Wakil Presiden RI, Wapres Jusuf Kalla, Wapres RI, Jusuf Kalla, JK, Jakarta Pusat, Metropole Cikini, Bugis-Makassar, Kawin Lari, Makassar, Sulsel, Film Tanah Air, Sineas Makassar, Film Makassar, Film Karya Anak Muda Makassar
Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama istri Mufidah Jusuf Kalla menonton film "Silariang", Jumat (10/3/2017) malam. (Foto: Dok. Jusuf Kalla)

SULSELSATU.com, JAKARTA– Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) menyempatkan diri untuk menonton film karya sineas Makassar, “Silariang” bersama keluarga di Metropole Cikini, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Usai menonton, JK menyampaikan kritiknya terhadap film yang mengambil latar budaya pernikahan di kalangan Bugis-Makassar itu khususnya kawin lari. Ia menganggap hal yang diangkat dalam film karya sineas Makassar itu tidak cocok lagi dengan budaya Makassar saat ini.

“Ini lebih banyak mengangkat background budaya. Tapi supaya menjelaskan ini budaya lama, nggak ada lagi orang baku tikam karena pacaran, nggak ada lagi. Ini kejadian kira-kira lima puluh tahun lalu, kalau sekarang tidak,” terangnya, seperti dikutip dari detik.com, Sabtu (11/3/2017)

Silariang, Film Silariang, Wakil Presiden RI, Wapres Jusuf Kalla, Wapres RI, Jusuf Kalla, JK, Jakarta Pusat, Metropole Cikini, Bugis-Makassar, Kawin Lari, Makassar, Sulsel, Film Tanah Air, Sineas Makassar, Film Makassar, Film Karya Anak Muda Makassar

“Sebenarnya ini cerita lama, kalau sekarang sudah nggak ada lagi yang begini. Mestinya background-nya lima puluh tahun lalu,” sambungnya.

JK menceritakan film Silariang ini berfokus pada kisah cinta anak muda yang tidak mendapatkan restu orang tua. Namun saat ini sudah tidak ada lagi kejadian tersebut di Makassar.

“Tentang orang yang tidak direstui tapi ini kita kejadiannya tiga puluh empat puluh tahun lalu, sekarang di Makassar nggak boleh, bebas pacaran nggak apa-apa,” pungkasnya.

Kendati begitu, JK berpesan bahwa anak muda Indonesia lebih kreatif dalam mengembangkan film Tanah Air.

“Ya agar memberikan semangat kepada anak muda untuk lebih kreatif,” kata JK

Khusus untuk industri perfilman di Makassar, JK berpesan bahwa tema-tema yang diangkat juga harus menyinggung soal budaya.

Rekomendasi Berita

Baca Juga