Pernyataan Keras Mukhtar Tompo Terkait “Bandelnya” Freeport Indonesia

40
Mukhtar Tompo, PT Freeport Indonesia, Freeport, Hanura, DPR RI, Komisi VII, VOC, UU Minerba, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Tambang Emas, Tambang Emas FreeportMukhtar Tompo, PT Freeport Indonesia, Freeport, Hanura, DPR RI, Komisi VII, VOC, UU Minerba, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Tambang Emas, Tambang Emas Freeport
Mukhtar Tompo. (SULSELSATU/DOK. PRIBADI)

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Anggota DPR RI, Fraksi Partai Hanura, Mukhtar Tompo mengeluarkan pernyataan keras kepada PT Freeport Indonesia yang dinilai “bandel”.

“Saya secara tegas menyatakan bahwa arogansi yang ditunjukkan PT Freeport Indonesia dalam berbisnis di Indonesia, tak berbeda dengan gaya VOC, perusahaan asal Belanda di zaman penjajahan dahulu,” kata Mukhtar Tompo kepada SULSELSATU.com, Senin (13/3/2017).

Mukhtar menambahkan bahwa dirinya telah mempelajari seluruh peraturan dan dokumen yang berkaitan dengan Freport Indonesia, Mukhtar pun menyimpulkan bahwa Freport Indonesia adalah reinkarnasi VOC.

“Saya mengajukan sejumlah bukti terkait dengan sikap arogansi PT Freeport Indonesia. Pertama, Freeport tidak punya itikad baik untuk membangun smelter, sesuai yang dipersyaratkan Undang-undang Minerba. Belakangan, Freeport berdalih, bahwa mereka akan melanjutkan pembangunan smelter, jika diberikan kepastian perpanjangan kontrak setelah 2021,” jelas Mukhtar.

Pernyataan Keras Mukhtar Tompo Terkait "Bandelnya" Freeport Indonesia 1

Putra asli Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan ini bukti kedua yang menandakan Freeport arogan adalah, ketika Freeport bersurat untuk melakukan perubahan bentuk pengusahaan pertambangan menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), sekali lagi mereka menggunakan frase “dengan syarat”, salah satunya persetujuan operasi PT Freeport Indonesia melewati tahun 2021, atau perpanjangan operasi 2021-2041.

“Untung orang yang memimpin Kementerian ESDM, berkepala dingin seperti Pak Ignasius Jonan. Kalau Saya menterinya, tanpa pikir panjang lagi, saya langsung usir mereka. Ini negeri kita, kok mereka mau mendikte. Seolah negara ini tidak punya kedaulatan,” tegas pria yang juga digadang-gadang bertarung pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Asrul

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga