Pungli Kepsek SMAN 5, Anggota DPRD Ini Salahkan Orang Tua Siswa

11
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Makassar, Andi Nurman/Ari Maryadi SULSELSATU.com

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Nurman turut angkat bicara terkait praktik pungutan liar (pungli) yang menjerat Kepala SMAN 1 dan SMAN 5 Makassar sebagai tersangka. Andi Nurman mengatakan, orang tua siswa juga patut disalahkan kasus itu.

Menurutnya, pungli tersebut terjadi lantaran adanya desakan beberapa orang tua siswa yang tetap ingin menyekolahnya anaknya di sekolah yang diinginkan. Orang tua meminta penambahan kuota siswa baru. Pihak sekolah merestui dengan syarat orang tua memberikan sumbangan.

“Kau (Orang Tua) yang mengajak kepala sekolah memungut uang. Karena kau yang mendesak agar anakmu masuk di sekolah yang tidak mampu anakmu. Kasihan kepala sekolah. Gara-gara desakan orang tua, kepala sekolah jadi korban,” sesal Nurman saat ditemui wartawan Sulselsatu di Kantor DPRD Kota Makassar, Senin 13 Maret 2017.

Selain itu, Andi Nurman juga turut menyesalkan adanya surat edaran dari pemerintah kota mengenai penambahan kouta siswa dan sumbangan sukarela. Hal itu dianggap penyebab adanya pungutan liar di lingkup sekolah. “Lebih baik hilangkan aturan mengenai penambahan kelas dan sumbangan sukarela. Batalkan Perda-nya,” sesal Nurman.

“Supaya ke depan tidak lagi terjadi yang seperti itu. Supaya orang tua siswa tidak lagi menggunakan berbagai pendekatan supaya anaknya masuk,” tambahnya.

Ari Maryadi

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Pemkab Wajo Bakal Prioritaskan Pendidikan dan Program Unggulan

SULSELSATU.com, WAJO - Pisah Tamat Siswa Kelas XII UPT...

Pemkot Parepare Bentuk Komisi Amdal

SULSELSATU.com, PAREPARE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare...

Tak Mampu Menangkan Jokowi, Bupati Mandaling Natal Undur Diri

SULSELSATU.com, JAKARTA - Bupati Mandaling Natal, Sumatera Utara, Dahlan...

Baca Juga