Salahi Izin, Dewan Bakal Panggil Manajemen St. Moris

8
DPRD Kota Makassar, DPRD Makassar, Pansus Fasum Fasos, Pemkot Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Aset Pemkot Makassar, PT Timur Rama, Country Coffe and Resto (CCR), Apartemen St. Moris, Makassar, Sulsel, Abdul Wahab Tahir, Busranuddin Baso Tika, Komisi A DPRD Makassar
Ketua Pansus Fasum-Fasos DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir melakukan verifikasi ulang terkait keberadaan Fasum-Fasos di Kota Makassar. (SULSELSATU/IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR– Panitia Khusus (Pansus) Fasum Fasos DPRD Kota Makassar bakal memanggil manajemen apartemen St. Moris dalam waktu dekat. Pansus ingin meminta penjelasan dari pihak manajemen St. Moris yang dinilai telah menyalahi izin mendirikan bangunan yang diberikan pemerintah.

Dari hasil sidak ke sejumlah lokasi yang menjadi aset Pemerintah Kota Makassar, Senin (13/3/2017), pansus menemukan adanya ketidaksesuaian site plan dengan izin yang diberikan oleh pemerintah.

“Pemberitahuan kemarin itu katanya ada fasum fasos, sekarang berubah. Makanya ada tumpang tindih dan kami akan segera memanggil manajemen dari fasum fasos St Moris untuk dimintai keterangan yang jelas,” kata Ketua Pansus Fasum Fasos, Abdul Wahab Tahir.

Dewan menuntut penghitungan ulang terkait volume bangunan yang akan dibangun. Sebab, fisik bangunan yang sementara dibangun telah menyalahi ketentuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selain menyisir kawasan apartemen St. Moris di Jalan Boulevard, pansus juga mengunjungi jalanan yang ada di belakang kantor DPRD Makassar yang dikelola oleh PT Timur Rama dan lokasi perparkiran yang ada di kedai Country Coffe and Resto (CCR) yang terletak di Jalan Todopuli.

Di lokasi perparkiran CCR, dewan menganggap pihak pengelola telah melanggar aturan yang ada. Sebab, kata Wahab, lokasi tersebut awalnya mesti dijadikan sebagai jalan dan taman.

“Tapi justru dijadikan lahan parkir,” sesal Ketua Komisi A tersebut.

Begitu pun dengan Jalan Dg Ngawi yang ada di belakang kantor dewan. Lokasi tersebut dianggap telah mengambil lahan pemerintah, lantaran menutup akses jalan warga.

“Jadi kami minta kepada dinas penataan ruang agar bangunan itu segera dibongkar,” sambung anggota Pansus, Busranuddin Baso Tika.

Ari Maryadi

Salahi Izin, Dewan Bakal Panggil Manajemen St. Moris 1

Rekomendasi Berita

Baca Juga