Korupsi e-KTP, Gamawan Fauzi Akui Terima Uang. Tapi….

10
Sidang Korupsi e-KTP yang menghadirkan Mantan Mendagri, Gamawan Fauzi di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017)/IST

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sidang dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017) dilanjutkan. Sidang kedua ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberarantasan Korupsi (KPK) menghadirkan mantan Mendagri, Gamawan Fauzi sebagai saksi.

Dalam sidang, Gamawan Fauzi sempat mengungkapkan dirinya menerima sejumlah uang dari proyek e-KTP tersebut. Hanya saja, Gamawan mengklaim penerimaan uang itu adalah pinjaman resmi dan bukanlah terkait dengan kasus e-KTP. Uang itu diberikan oleh Afdal Noverman senilai satu miliar rupiah lebih.

“Saya pernah pinjam uang,” kata Gamawan di hadapan majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Dia menyebut, uang senilai Rp 1 miliar digunakan untuk membeli sebidang tanah. Kemudian dia kembali meminjam uang untuk keperluan berobat.

“Saya waktu itu sehabis berobat harus mengkonsumsi obat yang mahal,” ujar dia mengklaim yang dikutip dari INILAHCOM.

Menurut Gamawan, total uang yang ia pinjam sebesar Rp 1,5 miliar. Penyerahan uang dilakukan secara tunai. Menanggapi hal itu, Jaksa KPK Abdul Basir kemudian menanyakan, apakah sebagai Menteri Dalam Negeri, Gamawan tidak mendapat asuransi untuk berobat.

“Saya operasi di luar negeri di Singapura pak,” ujat dia.

Selain itu, Gamawan juga mengakui menerima uang Rp 50 juta. Menurut Gamawan, uang itu merupakan honor saat melakukan kunjungan kerja di lima provinsi.

“Honor saya bicara di satu provinsi itu Rp 10 juta. Jadi lima provinsi Rp 50 juta,” kata Gamawan.

Berdasarkan surat dakwaan, dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut, Gamawan diperkaya sebesar 4.5 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 60 miliar.

Pada Maret 2011, Andi Narogong, pengusaha pelaksana proyek e-KTP memberikan uang kepada Gamawan melalui Afdal Noverman sejumlah 2 juta dollar AS. Tujuannya, agar pelelangan pekerjaan proyek e-KTP tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi.

Pada Juni 2011, Andi kembali memberikan uang pada Gamawan melalui adiknya, Azmin Aulia, sejumlah 2,5 juta dollar AS. Pemberian uang bertujuan untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang.
Selain itu, sebagian uang yang diperoleh Dirjen Dukcapil juga diberikan kepada Gamawan, yakni sebesar Rp 50 juta. Pemberian dilakukan saat kunjungan kerja di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Rekomendasi Berita

Baca Juga