Pengamat : Koalisi NH-NA Sulit Terwujud

55
Pilgub Sulsel, Pilgub, Pilkada Serentak 2018, Pilgub Sulsel 2018, Firdaus Muhammad, Nurdin Halid, NH, Nurdin Abdullah, NA, UIN Alauddin Makassar, Bosowa, KPU, Koalisi Pilgub, Arah Koalisi Pilgub Sulsel
Pengamat politik UIN Alauddin, Firdaus Muhammad. (INT)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Meski masih terbilang lama, sejumlah figur yang disebut-sebut akan bertarung pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel yang digelar 2018 mendatang mulai menjajaki kemungkinan koalisi.

Beberapa waktu lalu, bakal calon gubernur dari Partai Golkar Nurdin Halid (NH), melakukan pertemuan tertutup dengan Bupati Banteng Nurdin Abdullah (NA). Hal itu disinyalir sebagai penjajakan awal jika keduanya akan berpaket pada perhelatan politik lima tahunan itu.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, secara geopolitik pasangan NH-NA bisa saling mendukung. Karena NH berasal dari wilayah Bosowa dan NA zona selatan.

“Geopolitik turut berpengaruh bagi pemilih tradisional dalam pilgub namun tidak signifikan karena perubahan perilaku pemilih lebih didasari pada aspek track record dan kompetensi serta programnya,” kata Firdaus melalui telepon kepada Sulselsatu.com, Jum’at (17/3/2017).

Hanya saja, lanjut Firdaus, Peluang koalisi NH-NA sementara ini masih sulit diwujudkan meski keduanya telah menjajaki komunikasi politik.

“Kecuali kalau situasi politik jelang pendaftaran di KPU yang mengharuskannya berpaket dengan alasan politik lebih realistis,” terang Firdaus.

Diketahui baik NH maupun NA hingga saat ini masih tetap ingin bertarung di pilgub sebagai calon gubernur.

Ramdhan Akbar

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga