Sertifikasi Belum Tingkatkan Kualitas Guru

19
Pemkot Makassar, Makassar, Kadis Pendidikan, Pungli di Sekolah, Pungli Sekolah, Ismunandar, Kepala Inspektorat, Zaenal Ibrahim, Celebes Cafe, Cegah Pungli di Sekolah, Cegah Pungli
Pemerintah Kota Makassar menggelar diskusi Coffee Morning bertopik "Mencegah Pungli di Sekolah", di Celebes Cafe Jumat (17/3/2017). (SULSELSATU/ARI MARYADI)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar mengatakan kehadiran guru di wilayah Kota Makassar saat ini masih perlu diberikan pembinaan khusus. Menurutnya, pemberian tunjungan sertifikasi kepada guru belum mampu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Hal itu disampaikan Ismunandar saat jadi pembicara diskusi Coffee Morning di Celebes Cafe, Jalan Arif Rate, Jumat (17/3/2017).

“Guru harus dapat pembinaan khusus. Adanya sertifikasi bukan berarti kualitas pendidikan naik. Kita nanti akan menyeleksi mana guru yang layak dapat tunjangan, mana yang tidak,” papar Ismunandar.

Ismunandar juga menyebut, penyematan kata unggulan pada beberapa hanya sebatas nama. Sementara proses dan hasil pembelajaran tidak sejalan dengan format nama yang katanya mengklaim diri sebagai sekolah unggulan.

“Unggulan hanya label yang berlaku di masyarakat, tapi kalau prestasi belum tentu. Saya tidak lagi melabeli sekolah dengan nama unggulan. Yang mesti ditekankan adalah output yang dihasilkan. Berapa banyak lulusan sekolah itu yang diterima di perguruan tinggi negeri, semisal Universitas Hasanuddin,” tegas Ismunandar.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zaenal Ibrahim. Menurutnya, ada perilaku menyimpang yang kerap dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah. Guru acap kali meminta dan menerima pemberian dari siswa ataupun orang tua.

“Budaya saat ini orang tua selalu memberi ole-ole ke guru. Celaknya kalau hal ini mempengaruhi guru dalam komitmen pendidikan. Misalnya berefek pada penilaian guru,” katanya.

“Dalam ranah-ranah pendidikan hal itu tidak dibolehkan. Karena dalam aturan KPK hal itu termasuk ke dalam kategori gratifikasi,” beber Zainal.

Ari Maryadi

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga