Mendag Tegaskan Tidak Rugi Saat Freeport tak Lakukan Ekspor

7
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/IST

SULSELSATU.com, JAKARTA – Polemik kontrak karya antara pemerintah dengan PT Freeport ternyata tidak berpengaruh pada perdagang Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun melansir tidak ada kerugian yang dialami negara selama PT Freeport tidak melakukan ekspor konsentrat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan negara sama sekali tidak mengalami kerugian yang disebabkan karena tidak adanya ekspor konsentrat yang dilakukan PT Freeport.

” Tanpa eksport yang dilakukan Freeport, neraca perdagangan Indonesia masih tetap surplus. Itu berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) yang sudah dirilis sebelumnya,” ujarnya.

Pernyataan Enggar ini, sapaan akrabnya, merespons belum adanya permohonan izin ekspor konsentrat dari Freeport. Padahal, industri tambang asal Amerika Serikat (AS) ini berhenti ekspor sejak 12 Januari 2017.

Sekedar mengingatkan, Freeport sempat terbentur Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Beleid itu mewajibkan Freeport mengubah status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), apabila ingin tetap diberi izin ekspor konsentrat.

Selanjutnya dilakukan perundingan atau negosiasi antara pemerintah yang diwakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Freeport. Negosiasi berlangsung alot bahkan sempat terancam deaclock.

Entah kenapa, Kementerian ESDM memberikan rekomendasi izin ekspor selama 6 bulan, hingga Oktober 2017. Relaksasi ini ditetapkan melalui Permen No 28 Tahun 2017 yang merupakan revisi dari Permen No 5 Tahun 2017.

Setelah mendapatkan rekomendasi tersebut, Freeport seharusnya menindaklanjuti dengan mengajukan izin ekspor kepada kemendag. Hanya saja itu tidak dilakukannya. “Belum (minta izin rekomendasi),” kata Enggar. Enggar mengaku tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan terkait perkembangan di Freeport. “Ekspor kita naik dan impor bahan baku naik tapi surplusnya meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Enggar mengatakan, bila Freeport mengajukan, pastinya pemerintah juga akan memproses dengan cepat. Dengan catatan Freeport memenuhi syarat. “AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) sudah (di kasih izin) dalam dua hari. AMNT meminta di cek kelengkapannya langsung di kasih (oleh Kemendag),” jelas Enggar.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga