Beda Keterangan Indah dan Arjuna di Kasus Korupsi DID Lutra, Siapa yang Berbohong?

13
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Arifin Junaedi, Kasus Korupsi DID Lutra, Pengadilan Negeri Makassar, PN Makassar, Menteri Keuangan, Kasus Korupsi di Lutra, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang menjadi saksi dalam persidangan kasus tindak pidana korupsi DID Lutra, Kamis (20/4/2017) di Pengadilan Negeri Makassar, banyak memberikan keterangan yang berbeda dengan keterangan mantan Bupati Lutra, Arifin Junaedi.

Salah satu keterangan yang sangat berbeda adalah ketika Indah ditanya soal penandatanganan Rencana Usulan Kegiatan (RUK). Menurutnya, RUK yang ditandatangani oleh dirinya sama dengan yang ditandatangani oleh Arifin

“RUK yang saya tandatangani sama dengan yang ditandatangani dengan bapak Arifin selaku Bupati saat itu,” katanya.

Namun, keterangan dari Arifin sewaktu menjadi saksi di persidangan menyebutkan bahwa RUK yang ditandatangani oleh Indah sangat berbeda.

“Dokumen yang saya tanda tangani terdapat 103 kegiatan. Sedangkan, yang ditandatangani oleh wakil bupati hanya 80 kegiatan,” terang Arifin kala itu.

Dalam keterangan lainnya, Indah mengatakan bahwa sepengetahuannya Bupati saat itu sedang melakukan perjalanan dinas ke Kalimantan. Sedangkan Arifin mengaku jika dirinya sedang ke luar negeri.

“Bupati saat itu sedang dinas ke Kalimantan dan saya yang ambil alih untuk tanda tangan,” jelas Indah.

Indah juga mengatakan bahwa saat RUK diajukan ke Kementrian Keuangan, dirinya sedang di Jakarta.

“Saya sedang di Jakarta. Rencana menemui Menteri Keuangan,” tutup Indah.

Penulis : Munawir
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga