Lahannya Diserobot, Wiraswasta Ini Kecewa dengan Polres Pelabuhan

6
Polres Pelabuhan, Kelurahan Butung, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Warga Jalan Butung, Kelurahan Butung, Kecamatan Wajo, H. Umrah mengaku kecewa dengan sikap aparat Polres Pelabuhan Makassar. Ia menuding aparat Polres Pelabuhan mengabaikan laporan tentang pengrusakan dan penyerobotan lahan dilakukan oleh seseorang bernama Daeng Talli beberapa waktu lalu.

“Sudah berapa kali saya bermohon ke Polres Pelabuhan. Bahkan, setiap kali pengrusakan saya melapor lagi, namun tidak segera di respon. Saya kecewa berat,” kata Umrah, saat ditemui Sulselsatu.com, Jum’at (21/4/2017) malam.

Umrah menceritakan, bangunan tiga lantai miliknya beberapa waktu lalu dirobohkan oleh seseorang bernama Daeng Talli sejak 25 November 2016. Daeng Talli disebut sebagai pemegang kuasa dari Bahar yang mengaku ahli waris Sitti Rapiah.

Daeng Talli memang sebelumnya sudah melayangkan surat peringatan dua hari sebelumnya.

“Saya sementara jual karpet, tiba-tiba datang menyerobot. Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena yang saya hadapi preman. Padahal dari keterangan kelurahan dan kecamatan mereka ini sebenarnya tidak pernah menguasai tanah itu,” kata Umrah.

Umrah pun mengaku jika dirinya memiliki bukti otentik kepemilikan tanah.

“Saya punya bukti surat keterangan lurah dan camat yang menerangkan bahwa pemilik sebelumnya telah menjual tanah itu ke saya. Bahar dan kawan-kawannya itu tidak pernah menguasai lokasi itu,” tegasnya.

Dari keterangan Umrah, pihak Bahar pernah melakukan gugatan akan tetapi di Niet oleh pengadilan. Hal itu menunjukkan adanya cacat formil mengenai lokasi yang digugat itu jelas berdasar dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No.1149/K/Sip/1975 tanggal 17 April 1975 juncto Putusan Mahkamah Agung RI No.565/K/Sip/1973 tanggal 21 Agustus 1973, juncto Putusan Mahkamah Agung RI No.1149/K/Sip/1979 tanggal 7 April 1979 yang menyatakan bahwa terhadap objek gugatan yang tidak jelas, maka gugatan tidak dapat diterima.

Penulis : Habib Rahdar
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga