Sineas Makassar Ditantang Uji Nyali di F8

7
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Danny Pomanto, Pekan Film Makassar, Sineas Makassar, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rusmayani Madjid, Film Makassar, Uang Panai, Bombe, Dumba-dumba, Hotel Gammara, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menantang para sineas di Kota Makassar untuk beruji nyali dan menunjukkan kemampuannya dalam perhelatan Festival F8 Makassar yang akan digelar September mendatang. Festival kesenian Makassar ini adalah yang kedua setelah tahun lalu sukses menghadirkan peserta dari berbagai belahan dunia.

F8 sendiri terdiri dari festival Film, Fashion, Fussion Jazz, Folks, Fiction Writer, Flower, and Food.

“Gambarannya nanti di F8 kita mengundang 100 kota top di dunia. Saya harap film Makassar uji nyali, uji bakat di F8 nantinya,” kata Danny di sela Malam Penganugerahan Film Terbaik pada Pekan Film Makassar ke-3 di Hotel Gammara, Makassar (21/4/2017) malam.

Danny mengatakan dunia perfilman Makassar kian hari semakin berkualitas. Mulai dari garapan hingga artis-artisnya begitu bertalenta. Salah satu yang menjadikan hal tersebut menarik karena bahasa dan ide cerita yang diangkat masih dalam gaya Makassar secara orisinil.

“Ciri Makassarnya harus kita utamakan karena itu nilai jualnya,” ujarnya.

Dengan demikian, Danny mengaku sudah semakin percaya diri mengklaim Makassar sebagai pusat perfilman di Timur Indonesia. Baginya kebangkitan Film Makassar begitu fenomenal serta bisa mengulang sejarah masa lalu.

Dulu, kata Danny, film produksi kota ini banyak yang melegenda dan masih diingat hingga hari ini. Seperti, film Sumur Tujuh, Sanrego, Cinta di Pantai Losari dan begitu banyak film yang merajai perfilman nasional di zamannya.

Penganugerahan Film Terbaik, Pekan Film Makassar ke-3 oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari penayangan, kompetisi, diskusi, layar tancap, workshop, hingga puncaknya yakni penganugerahan film terbaik. Kegiatan ini belangsung di Makassar sejak tanggal 15 – 21 April 2017.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Rusmayani Majid mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar bisa meningkatkan antusiasme dan apresiasi masyarakat untuk mencintai hasil karya daerah. Selanjutnya, diharapkan juga dapat meningkatkan hasil produksi dan ekonomi masyarakat pada pelaku produksi perfilman.

“Kegiatan ini diikuti 63 judul film yang kemudian diseleksi untuk mendapatkan juara pada tiga kategori yakni tingkat Pelajar atau Mahasiswa, Umum, dan Penilaian Khusus oleh Juri,” katanya.

Dewasa ini Film Makassar memang banyak mewarnai produksi film layar lebar nasional, seperti Uang Panai, Bombe, Dumba- Dumba, dan lainnya.

Penulis : Mawar A. Pasakai
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga