Faisal Mamma: Orang Bugis-Makassar itu Siap Mati Daripada Menanggung Malu

50
Faisal Mamma
Faisal Mamma

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Korban pengeroyokan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum Pomal terhadap dua warga sipil yakni Salim Mamma dan H. Muhammad Said, di depan warkop Jalan Satando, Makassar, Selasa, (18/4/2017) lalu, kini telah diproses hukum.

Faisal Mamma mewakili keluarga besar mengatakan jika pihak keluarga saat ini telah menempuh jalur hukum dan hal tersebut dilaporkan ke Mabes Polri.

Faisal Mamma yang juga kakak dari Salim Mamma, mengutuk tindakan sewenang-wenang pihak Pomal terhadap dua warga sipil ini dan berjanji akan menempuh jalur hukum hingga tuntas.

“Adek saya kan bukan pencuri, bukan begal, sampai dikeroyok seperti itu. Hanya gara-gara parkir sampai masuk rumah sakit, kan tidak masuk akal, lagi pula soal parkir itu bukan wewenang Pomal,” ujar Faisal kepada Sulselsatu.com, Minggu (23/4/2017)

“Saya mewakili keluarga besar Mamma tidak terima perilaku sewenang-wenang oknum Pomal, saya akan menempuh jalur hukum hingga tetes darah penghabisan,” lanjutnya lagi.

Dari keterangan keluarga korban pihaknya sudah seringkali diajak oleh pihak Pomal untuk bertemu dengan keluarga besar korban tapi ditolak.

“Untuk apa ketemu, kenapa baru sekarang mau ketemu, kenapa bukan sedari awal, lagipula yang datang mau temui saudara-saudara saya¬† itu hanya Wadantamal, kenapa harus Wadan, kenapa bukan orang yang bertanggung jawab terhadap Pomal yang dating,” kata Faisal.

Ia menegaskan jika pihaknya sudah memaafkan tetapi proses hukum harus tetap jalan, karena dalam hukum tidak ada kata maaf.

“Disini Makassar Boss, bukan daerah lain. Orang Bugis-Makassar itu siap mati daripada menanggung malu,” ujar Faisal dengan tegas.

 

Penulis : Habib Rahdar

Editor : Kink Kr

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga