OJK Sebut Industri Penghimpun Dana Pensiun Masih Lambat

8
SMS Penipuan, OJK, Otoritas Jasa Keuangan, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel

SULSELSATU.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong bertumbuhnya industri dana pensiun, agar bisa memberi manfaat bagi pekerja saat masih aktif maupun di hari tua. Hanya saja, hingga saat ini industri penghimpun dana pensiun masih jalan ditempat.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto mengatakan, perkembangan industri dana pensiun di tanah air, terbilang lamban.

“Pertumbuhan industri dana pensiun masih berjalan lambat. Karena itulah OJK berkepentingan memfasilitasi perkembangan industri dana pensiun,” kata Rahmat dalam sebuah seminar di Jakarta, Selasa (25/4/2017) yang dikutip dari INILAHCOM.

Rahmat bilang, pertumbuhan aset industri dana pensiun meningkat dari 7,06% (2015) menjadi 15,5% (2016). Hanya saja, memasuki 25 tahun sejak diterbitkannya UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, pertumbuhan industri dana pensiun relatif sangat minim.

Kata calon komisioner OJK petahanan yang lolos ke Istana ini, OJK memandang perlu adanya perhatian mengenai tumpang tindih peraturan, terkait kesejahteraan pekerja. Serta perbaikan program pensiun agar dapat bersinergi dengan program kesejahteraan lainnya.

Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2016, aset industri keuangan nonbank (IKNB) tercatat sebesar Rp1.909,26 triliun, atau naik 13,64% dibandingkan 2015. Industri dana pensiun berkontribusi 12,5%dari keseluruhan aset IKNB, atau setara Rp238,3 triliun.

Jumlah peserta dana pensiun adalah 4,47 juta orang atau mencapai 6,37 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Sedangkan jumlah peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan per 31 Desember 2016 sebesar 9,13 juta orang dengan total aset Rp13,8 triliun per 28 Februari 2017.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga