Tanpa Didampingi Pengacara, Dua Mahasiswa DO Kalahkan Rektor UIM di PTUN

12

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sidang tanpa pengacara, itulah yang dilakukan kedua Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM) Bakrizal dan Henry. Keduanya mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar setelah pihak Rektor mengeluarkan surat Drop Out (DO) pada 17 Februari 2016 lalu.

Mereka menganggap surat DO yang dikeluarkan Rektor UIM Majdah M Zain tidak berdasar dan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan Rektor tidak disertai alasan yang jelas.

“Tidak ada alasan sama sekali DO. Bahkan pada SK yang dikeluarkan sama sekali tidak menyertakan alasan kebijakannya,”jelas Henry.

Keluarnya surat DO diduga lantaran kedua mahasiswa Fakultas Teknik tersebut melakukan aksi mempertanyakan masa jabatan Majdah yang sudah tiga periode.

“Sebelumnya memang kami menuntut dan mempertanyakan masa jabatan Rektor yang sudah tiga periode menjabat. Itu bertentangan aturan surat edaran dikti nomor 2075/D/T/1998,”terang Henry.

Lima bulan berjuang sendiri, Hakim yang dipimpin Kamer Togatorop dan Hakim Anggota Ariyanto serta Mustafa Nasution akhirnya menjatuhkan putusan yang membatalkan SK DO namun putusan itu tidak langsung membuat pihak kampus legowo, mereka lalu mengajukan banding.

Namun tepat 23 Februari 2017, hakim tetap pada keputusan pertama yakni meminta pihak Rektor mencabut SK DO terhadap dua Mahasiswanya Keduanya berharap, semoga mereka bisa beraktifitas layaknya mahasiswa kembali dan berharap kepada pihak Rektorat untuk lebih bijak dalam mengambil kebijakan.

“Semoga Rektor bersikap bijak dengan putusan ini dan mengembalikan kami seperti mahasiswa seperti sebelumnya,”tutup Henry.

Penulis : Munawir
Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga