Dandim 0815 Bantah Kontak Senjata Dengan Jaringan Santoso di Gunung Anjasmoro

13

SULSELSATU.com, MOJOKERTO – Dikabarkan terjadi kontak senjata di area hutan perkebunan teh Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (25/4/2017) sekira pukul 06.48 WIB. Kontak senjata tersebut terjadi di Lereng Gunung Anjasmoro timur berbatasan dengan Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Informasi adanya kontak senjata tersebut dibantah Dandim 0815/Mojokerto, Letkol CZi Budi Pamudji. “Kami tidak menerima laporan adanya anggota Koramil Jatirejo yang terlibat kontak senjata di lokasi yang dimaksud. Kami masih dalami di lapangan, untuk sementara berita itu hoax,” ungkapnya yang dikutip dari INILAHCOM.

Dari koordinasi dengan Danramil Jatirejo yang dilakukan pihaknya, lanjut Dandim, kabar tersebut tidak benar. Meski begitu, pihaknya sudah menurunkan anak buahnya untuk melakukan pengecekan di lokasi tersebut. Dandim menambahkan, di lokasi tidak ada perkebunan teh seperti yang disampaikan.

“Di Desa Jembul, tidak ada perkebunan teh. Kami masih akan melakukan pendalaman terkait dengan kabar tersebut, pengecekan dan pengumpulan data. Untuk pasukan, tidak ada yang disiagakan disana karena semua pasukan tetap di pos dan tempat masing-masing. Tapi tetap kita pantau kabar tersebut,” katanya.

Dari informasi yang diterima menyebutkan, jika pelaku diperkirakan berjumlah 12 orang berumur antara 30 antara 40 tahun. Sementara, mereka menggunakan senjata yang diperkirakan jenis AK 47, M 16, SS 1. Masih dari informasi tersebut, kontak senjata tersebut terjadi Orang Tidak Dikenal (OTD) tersebut berpapasan dengan anggota Polsus Kehutanan.

Tiga orang anggota Polsus Kehutanan yang sedang berpatroli tersebut langsung terlibat kontak senjata dengan 12 OTD tersebut. Karena kurang jumlah maka, anggota Polsus Kehutanan mundur sambil mengontak pimpinan dan minta bantuan koramil dan polsek setempat. Lebih kurang 20 menit datang pasukan bantuan datang ke lokasi.

Diinformasikan pasukan bantuan datang dengan kekuatan 14 personil koramil dan polsek dengan kekuatan senjata M 16 4 pucuk, SS 1 jumlah 2 pucuk. LE 1 pucuk, Revolver standar polri COLT SP 38 5 pucuk, FN 45 2 pucuk (JAT MU kekuatan penuh). Bahkan dalam informasi tersebut juga dijelaskan jika OTK tersebut diperkirakan teroris sempalan kelompok Santoso Poso Sulteng.

Sehingga teroris sempalan kelompok Santoso Poso Sulteng yang tersisa dan melarikan diri ke Lereng Gunung Anjasmoro. Namun belum diketahui korban jiwa, sementara penduduk sekitar tidak mau diungsikan bahkan ada penduduk yang merekam kejadian tersebut.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Nurdin Amir Terpilih Ketua AJI Makassar, Ini Pesan Direktur PerDIK

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Direktur Pergerakan Difabel Indonesia Untuk Kesetaraan...

Troy Optimis NasDem Dapat Dua Kursi di Dapil Bulukumba dan Sinjai

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pertarungan perebutan kursi DPRD Sulsel di...

Rapat Umum Perdana, Surya Paloh Dorong Semangat Persatuan

SULSELSATU.com - Partai NasDem mendorong kepada seluruh kader dan simpatisannya...

Baca Juga