Jelang May Day, Ini 14 Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi yang Tidak Pro Buruh

3
Presiden RI Joko WIdodo

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menjelang Hari Buruh Sedunia atau May Day yang jatuh pada 1 Mei, ratusan ribu buruh siap melakukan aksi di jalanan. Semua lantaran arah kebijakan Joko Widodo yang dinilai melupakan kaum buruh.

Ketua Umum Konvergensi Buruh Indonesia, Ilhamsyah menegakan, pemerintahan Jokowi-JK tidak sedikitpun memerhatikan nasib buruh. Dalam 14 paket ekonomi yang diluncurkan di era Jokowi, misalnya, tidak menyinggung upaya meningkatkan kesejahteraan buruh.

Bahkan, lanjut Ilhamsyah, ke-14 paket tersebut lebih menganak-emaskan investor. Arahnya lebih kepada rezim upah murah yang menyengsarakan buruh.

“Paket ekonomi Jokowi ditujukan untuk investasi dan menyebabkan penyempitan ruang demokrasi. Paket ekonomi merampas upah buruh,” tegas Ilhamsyah dalam konferensi pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta Pusat, Selasa (25/04/2017) dikutip dari INILAHCOM.

Tak heran, Ilhamsyah mengatakan, buruh se-Indonesia yang jumlahnya ratusan ribu, memeringati May Day dengan aksi turun ke jalan. Tentu saja, aksi ini dilakukan dengan cara-cara yang santun dan damai. Demi memerjuangkan kepentingan bersama yakni kesejahteraan buruh.

Kata Ilhamsyah, perundingan yang digelar antara buruh, pemerintah dan pengusaha, seringkali buntu. Kalaupun ada keputusan, lebih banyak menguntungkan pengusaha ketimbang buruh. “Buruh terus bergerak, kami mengambil momentum untuk melakukan mobilisasi. Dalam May Day, seluruh problem yang muncul dari pemerintah sekarang akan kita perjuangkan bersama. Terutama soal upah,” katanya.

Ilhamsyah, mengatakan dalam aksi May Day yang terpusat di Istana Negara, Jakarta, akan diikuti sedikitnya 10 buruh dari elemen Konvergensi Buruh Indonesia (KBI).

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga