Pengguna Moge Lebih Rentan terhadap Kecelakaan

72
Moge, Pengguna Moge, Kecelakaan Lalu Lintas, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel

SULSELSATU.com – Pengguna motor besar yang terlibat kecelakaan dan meregang nyawa sudah banyak ditemukan. Hal ini disebabkan banyak pengguna motor besar tidak awas dengan potensi bahaya yang mengintai saat menggeber sepeda motor serta berpuas diri dengan perangkat keselamatan seadanya.

Demikian yang disebutkan praktisi keselamatan berkendara dan pegiat turing dengan motor besar, Muhammad Yunus. Menurutnya, banyak pengguna motor besar yang kerap menyepelekan keselamatan saat berkendara.

“Banyak pengguna motor besar sudah cukup puas dengan helm full face dengan harga murah, kurang dari Rp 1 juta misalnya. Bukan menyepelekan produk helm tersebut, namun dengan tenaga besar motor yang digunakan memerlukan kualitas helm yang tentu lebih terjamin saat keadaan darurat,” ucap Yunus, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/4/2017).

Yunus memberikan standar perangkat keselamatan pada anggota komunitas yang mengadakan turing bersamanya untuk menggunakan helm yang terjamin kualitasnya. Model helm harus full face dan tidak boleh model half face meski berharga jutaan rupiah.

Yunus juga angkat bicara mengenai motor yang digunakan. Hayabusa merupakan motor dengan mesin 1.300 cc yang besar secara fisik, berat serta tenaga. Di kalangan penggemar motor ini terkenal membutuhkan kemampuan tinggi untuk membawanya.

Saat pengendara membuka tuas gas, melaju kencang maka jarak pandang semakin sempit. Motor dengan tenaga 171 tk ini cukup mudah mencapai kecepatan 100 kpj dan ini membuat kesempatan untuk bereaksi saat darurat semakin kecil.

Apabila pengendara awas dengan kondisi jalan di depannya pasti akan melakukan langkah pengereman guna mengurangi kecepatan. Sayangnya saat kejadian adalah malam hari dimana kemampuan melihat semakin minim dalam kecepatan tinggi.

“Saya yakin bukan kali pertama seseorang lewat jalan Pondok Indah, pasti sudah berkali-kali. Tapi dengan berkali-kali juga tidak menjamin dia bisa terhidar kecelakaan karena ketrampilan mengendalikan motor yang lebih diutamakan,” ucap Yunus.

Bukan kali ini saja kecelakaan terjadi di Bundaran Pondok Indah. Satu yang terkenal adalah kejadian kecelakaan yang menimpa Ustad Uje di 2013 silam. Di tempat yang sama sang ustad meninggal setelah berkendara dengan motor besar miliknya.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga