Era Digital Matikan Bisnis Buku

37

SULSELSATU.com, JAKARTA – Berkembang pesatnya teknologi, membuat beberapa bidang mengalami kemunduran, bahkan mati. Salah satunya adalah bisnis buku yang langsung terkena dampak di era digital ini. Banyak buku yang tak laku akhirnya rusak dan masuk keranjang sampah.

Wakil Ketua bidang Humas, Riset dan Informasi Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat, Indra Laksana menegaskan, penjualan buku mengalami penurunan. Salah penyebabnya adalah berkembangnya internet.

“IKAPI melihat minat baca meningkat, tetapi interaksinya sudah multimedia bukan hanya buku. Ada peningkatan minat baca tetapi berbasis daring,” kata Indra di Jakarta, Selasa (25/4/2017) dikutip dari INILAHCOM.

Indra mengatakan, materi-materi yang ada pada buku, saat ini, lebih mudah dinikmati lewat internet. Dengan kata kunci di mesin pencari, informasi yang diperlukan sudah terpampang di layar komputer atau perangkat genggam tanpa perlu buku dan membolak-balikkan halamannya.

Karena itu, lanjutnya, bila dilihat dari sisi penerbit konvensional, volume penerbitan dan jumlah toko buku, menurun secara drastis. “Bahkan toko buku modern seperti Gramedia pun saat ini sudah berubah menjadi toko gaya hidup, bukan sekadar toko buku. Buku hanya mengisi 40 persen ruangan, sementara 60 persen diisi produk-produk lain,” tutur Indra.

Meskipun secara umum penjualan buku mengalami penurunan, penerbit masih terbantu dengan pembelanjaan pemerintah yang dialokasikan melalui anggaran pendidikan.

Peningkatan anggaran pendidikan sebagian digunakan untuk membeli buku, baik buku pelajaran, pendamping maupun untuk koleksi perpustakaan. Ada alokasi pembelian buku kepada penerbit dari anggaran pendidikan.

Meskipun menyebut ada kontribusi dari peningkatan anggaran pendidikan terhadap penjualan buku, Indra tidak bisa menyebutkan angka yang pasti.

“Tidak bisa diperkirakan karena angkanya tidak definitif. Harus dilihat setiap pencairan anggaran,” ujar Indra.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga