Presiden Jokowi Ingin Indonesia Seperti Cina Dalam Transaksi Non Tunai

38
  • 1
    Share
Basuki Tjahaja Purnama, Ahok, Ahok Menteri, Jokowi, Presiden Joko Widodo, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel
Presiden RI Joko Widodo. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Masih rendahnya transaksi non tunai di Indonesia, membuat Presiden RI Joko Widodo untuk melihat ke Cina dalam pelaksanaannya.

Presiden Joko Widodo punya cerita soal China. Kata Jokowi, seteleh berbelanja dan ingin melakukan pembayaran di China, jangan coba-coba mengeluarkan duit cash. Lho? Kalau nekat bakal menjadi bahan tertawaan banyak orang.

“Coba lihat Alibaba yang sudah mengeluarkan, sekarang sudah berjalan di China, Alipay. Kalau bapak ibu ke China, bayar sesuatu, kalau bayar cash ditertawai. Bayar pake kredit card saja, sudah mulai ditertawai,” kata Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017 untuk rencana kerja pemerintah (RKP) 2018 di Jakarta, Rabu (26/4/2017) yang dikutip dari INILAHCOM.

Jokowi berharap, Indonesia bisa mengikuti perubahan yang terjadi di dunia, termasuk mengikuti jejak China. Jangan hanya berkutat kepada rutinitas dan mengulang-ulang pekerjaan yang tak perlu. Alhasil, Indonesia akan terus tertinggal ketimbang negara lain.

Jokowi bilang, persaingan antar negara akibat globalisasi dan teknologi sudah kelihatan, sehingga Indonesia harus berubah agar tidak tertinggal.

Presiden mengatakan globalisasi berarti bahwa investor yang ada ini memiliki banyak pilihan dan bisa masuk ke negara atau daerah yang memberikan keuntungan besar.

“Jika dia nggak suka masuk ke Indonesia, punya pilihan di tempat lain, Myanmar, Vietnam ada. Artinya globalisasi itu, dia nggak suka di sini, dia pindah ke negara lain,” katanya.

Jokowi mengatakan investor tidak memilih Indonesia karena pelayanan perijinan yang tidak baik dan kepastian hukum yang berubah-ubah. “Ini yang harus dirombak total, di pusat, di provinsi, kabupaten, kota, harus mau kalau kita tidak ingin ditinggal oleh negara lain,” jelasnya.

Sedangkan terkait arti teknologi, Presiden mengatakan perubahan yang sangat cepat dan semakin dinamis yang harus terus diikuti.

“Inilah kecepatan-kecepatan yang harus kita ikuti. kalau kita tidak ingin ditinggal,” pesan Presiden kepada para menteri, lembaga, gubernur, walikota, bupati yang hadir dalam acara ini.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga