Apakah Penyerangan Novel Baswedan Terkait Kasus E-KTP?

3
Novel Baswedan, Novel, Penyidik KPK, KPK, Sulselsatu, Makassar, Media di Sulsel, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kasus Korupsi E-KTP, Kopel, Kopel Indonesia, Komite Pemantau Legislatif, Syamsuddin Alimsyah, Presiden Joko Widodo, Jokowi

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya mengendus adanya dugaan keterkaitan antara penyerangan terhadap Novel dengan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP yang sedang ditangani penyidik senior di KPK itu. Untuk mengungkap hal ini, kepolisian berencana melakukan pemeriksaan lanjutan secara mendalam terhadap Novel.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan keterangan Novel penting untuk melengkapi keterangan saksi-saksi yang telah dimiliki oleh penyidik.

“Ia juga yang paling mengetahui apa yang dialaminya,” kata dia, seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu (26/4/2017).

Pemeriksaan itu akan dilakukan setelah kondisi Novel membaik dan bisa kembali ke Indonesia. Saat ini, Kepala Satuan Tugas KPK untuk kasus e-KTP itu masih berada di Singapura untuk menjalani perawatan pada kedua matanya yang terluka akibat siraman air keras.

Kornea mata Novel terluka akibat zat asam sulfat yang disiramkan itu. Berdasarkan informasi dari KPK, mata kanan Novel menunjukkan perkembangan yang baik karena telah mampu mengenali huruf. Tapi mata kirinya masih belum memperlihatkan perkembangan seperti mata kanan.

Raden mengatakan polisi masih terus mengumpulkan barang bukti dan informasi dari berbagai pihak soal motif pernyerangan.

“Semua kami tampung karena siapa tahu ada petunjuk,” ujarnya.

Selama menunggu keterangan dari korban, kata Argo, penyidik telah memeriksa 19 saksi.

“Rata-rata orang yang berada di sekitar TKP saat kejadian.”

KPK menyerahkan pengungkapan kasus ini kepada kepolisian. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, berharap kepolisian bisa segera mengungkap siapa pelaku dan dalang penyerangan terhadap Novel. “Kami harapkan dalam waktu dekat bisa segera diungkap,” kata dia.

Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta masyarakat dan pegiat antikorupsi untuk menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada kepolisian.

“Kita percayakan kepada kepolisian. Saya yakin mereka serius,” ujarnya.

Menurut Kalla, saat ini pemerintah belum perlu membentuk tim pencari fakta seperti yang diminta sejumlah pegiat antikorupsi. Meski terkesan lambat karena dalam dua pekan belum ada titik terang, Kalla menilai kepolisian telah bekerja profesional.

“Polisi masih sanggup menyelesaikan kasus itu,” kata Kalla.

Penyerangan terhadap Novel terjadi pada Selasa, 11 April lalu. Saat baru pulang salat subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Novel disiram air keras oleh dua orang yang belum diketahui identitasnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan penyiraman air keras tersebut sebagai tindakan brutal. Dia meminta kepolisian segera menangkap pelaku penyiraman. Kini, setelah dua pekan, kepolisian belum juga mampu mengungkap pelaku penyerangan.

Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga