Darmin Nasution : Percepatan Infrastruktur Bisa Tekan Gini Ratio

165
Menko Perekonomian Darmin Nasution/INT

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sepanjang 2016, angka gini ratio yang menggambarkan kesenjangan ekonomi di Indonesia, turun. Dari 0,003 menjadi 0,394 pada September 2016. Namun kategorinya tetap tinggi.

Menko Perekonomian Darmin Nasution bilang, salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah adalah menggarap kelompok masyarakat bawah yang jumlahnya 40%. Agar perekonomian mereka bisa membaik.

Kata Darmin, maraknya proyek infrastruktur di era Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, efektif mendongkrak kesejahteraan masyarakat bawah.

“Kenapa tahun 2016 tiba-tiba gini rasio langsung turun? Siapa itu? 40 persen terbawah yang pertumbuhan konsumsi lebih tinggi daripada 20 persen teratas. Dugaan saya karena kita bangun infrastruktur besar-besaran di seluruh Indonesia. Pelabuhan laut udara, kereta api, semuanya. Pembangunan awal siapa yang bekerja? Pasti buruh,” kata Darmin di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Kamis (27/04/2017) yang dikutip dari INILAHCOM.

“Gini rasio di Indonesia menurun dari 0,41 pada 2015 menjadi 0,39 pada 2016. Artinya, kesenjangan ekonomi antara kelas atas dengan menengah dan bawah di Indonesia, berkurang,” tambah Darmin.

Akan tetapi, kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, penurunan gini rasio, bisa saja terhenti. Ketika proyek infrastruktur rampung maka yang menikmati pertumbuhan ekonomi adalah pengelola infrastruktur.

“Pertanyaannya, kalau sudah selesai infrastrukturnya, siapa yang untung? Siapa yang akan mendapat kenaikan penghasilan lebih banyak? (Masyarakat) Yang bawah atau yang atas? Prediksinya adalah yang atas. Artinya, bisa enggak meneruskan penurunan gini rasio,” tanya Darmin.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga