Kekerasan Terhadap Warga, LBH Makassar : Jangan Korbankan Warga Sipil

10

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Terjadinya tindak kekerasan terhadap tiga orang korban di perumahan The Maple yakni IA (17), AA (18) dan SU (19) pada 16 April 2017 lalu oleh salah satu oknum TNI bersama warga perumahan dinilai oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar tidak adil. Seharusnya dalam penyelesaian tersebut haruslah Adil dan Komprehensif.

Menurutnya pemeriksaan secara terpisah antara warga sipil dan pemeriksaan peradilan militer (anggota TNI) dapat menimbulkan kesan “mengorbankan” pelaku dari warga sipil.

“Bila suatu peristiwa pidana yang dilakukan bersama-sama oleh mereka yang termasuk lingkungan peradilan umum (warga sipil) dan lingkungan peradilan militer, maka penegakan hukumnya harus menggunakan mekanisme peradilan koneksitas agar tidak terkesan mengorbankan warga sipil semata,”kata Wakil Direktur LBH Makassar, Fajar

Meski kepolisian telah menetapkan dua tersangka dari warga sipil, namun LBH menganggap itu bukanlah penegakan hukum yang adil. Sebab pemeriksaan yang dilakukan terpisah jelas memunculkan pertanyaan, ada apa dengan TNI yang sampai saat ini belum ada oknum TNI yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Peristiwa ini sama sekali tidak merugikan kepentingan militer. Jelas kami berharap agar peristiwa pidana ini diadili dalam lingkungan peradilan umum dan kami mendesak TNI agar bisa menerima proses peradilan sesuai yang telah ditetapkan KUHAP “terang Fajar

Penulis : Munawir
Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga