Gubernur Syahrul Minta Mahasiswa Asal Sulsel di Bogor Tetap Tenang

18

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Eksekusi asrama mahasiswa asal Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kota Bogor yang menuai penolakan. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pun angkat bicara.

Orang nomor satu di Sulsel tersebut mengatakan jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto. Syahrul bahkan meminta agar eksekusi tersebut ditunda sambil menunggu hasil PK yang saat ini tengah berproses di Mahkamah Agung.

Selain itu, Syahrul juga meminta pihak pemerintah kota Bogor serta Kapolres setempat agar dalam penanganan kasus ini tidak menggunakan kekerasan. Hal ini untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar.

Terkait penolakan dari mahasiswa yang sudah menempati asrama tersebut selama bertahun-tahun, Syahrul mengimbau agar tetap tenang.

“Semua pihak diharapkan tidak terpancing dengan isu yang beredar dan bersama-sama menunggu hasil dari proses hukum yang tengah ditempuh Pemprov Sulsel saat ini,”ujar Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Seperti diberitakan, Pengadilan Negeri Bogor berencana untuk mengeksekusi atau mengambil alih secara paksa wisma mahasiswa Latimojong di Jalan Semeru Nomor 27 Kota Bogor pada hari ini.

Eksekusi tersebut berdasarkan surat penetapan ketua PN Bogor tanggal 30 Desember 2016 dengan nomor: 17/Pdt/Eks/2016/PN.Bgr jo No.61/Pdt.G/2012/PN.Bgr.

Namun dari pada itu, Pemprov Sulsel tetap berusaha mempertahankan tempat domisili mahasiswa asal Sulsel yang tengah menuntut ilmu di kota hujan tersebut melalui proses hukum lanjutan.

Penulis : Habib Rahdar
Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga