KPK Tetapkan Fadh El Fouz Sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Alquran

5

SULSELSATU com, JAKARTA – Cobaan demi cobaan dihadapi Partai Golkar. Jika sebelumnya Ketua Umum Golkar Setya Novanto bakal terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Kali ini Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar, Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq resmi dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dijadikan tersangka terkait pengawalan anggaran di Kementerian Agama tahun 2011-2012.

“KPK tetapkan FEF (Fahd El Fouz) sebagai tersangka dalam kasus indikasi suap terkait proyek di Kementerian Agama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di kantronya, Jakarta, Kamis (27/4/2017) dikutip dari INILAHCOM.

Menurut Febri, anak dari (Alm) pedangdut A Rafiq itu menerima fee terkait pengurusan anggaran proyek pengadaan Alquran, dan Laboratorium komputer untuk Madrasah di Kementerian Agama.

“Terkait pengurusan anggaran tahun 2011-2012. FEF diduga bersama-sama dengan Zulkarnain Jabbar, dan Dendy Prasetya Zulkarnain Putra terima hadiah atau janji,” ujar Febri.

Atas perbuatan itu Fadh El Fouz dijerat dengan Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat 2 jo ayat 1 huruf b, lebih subsider Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan pasal 65 KUHP.

Nama Ketua Umum AMPG itu memang sudah tak asing di KPK. Politikus Partai Golkar tersebut pernah dipenjara lantaran terbukti menyuap anggota Banggar dari Partai Amanat Nasional, Waode Nurhayati terkait pengurusan dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). Namun, pada kasus DPID, Fahd Rafiq telah bebas.

Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga