56 KK Korban Longsor di Luwu Masih Mengungsi

11

SULSELSATU.com, LUWU – 56 Kepala Keluarga (KK) di Desa Balutan, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, masih menempati tenda-tenda pengungsian di daerah tersebut, mereka belum berani kembali ke rumahnya, pasca longsor berupa lumpur yang menerjang pemukiman penduduk di Balutan, Selasa (25/4/2107).

Kepala Bidang Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Hasral, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Luwu, sudah mendirikan sedikitnya tiga tenda pengungsian di dusun Bilante, bantuan juga terus berdatangan.

“Sampai hari ini, warga sudah boleh beraktifitas, namun pada malam hari, mereka kembali ke pengungsian, jika kondisi sudah benar-benar aman, barulah boleh kembali menempati rumahnya,” kata Hasral, Kamis (27/4/2017).

Sementara Danramil Bupon, Serka A Purwono, menuturkan, TNI membantu warga membersihkan rumahnya dari lumpur dan material kayu yang terbawa saat terjadi longsor. “Tapi jembatan yaang putus belum tersentuh, BPBD sudah mendata dan menginventarsir kerugian yang terjadi akibaat bencana, semoga dalam waktu dekat sudah bisa dibangun jembatan baru,” kata Purwono.

Kepala Desa Balutan, Rusli Paembe, meminta masyarakat khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, agar memperhatikan cuaca, jika hujan, segera menjauh dari bantaran sungai.”Kami membuat jadwal piket, warga bergantian jaga setiap malam, jika terjadi bencana, petugas piket ini akan mengumumlannya melalui pengeras suara di masjid,” kata Rusli.

Longsor menerjang Desa Balutan, Selasa 25 April lalu, gunung yang berada di belakang pemukiman penduduk, tiba-tiba longsor, ribuan kubik lumpur dari lelehan gunung tersebut, menerjang pemukiman dan merusak sejumlah rumah, satu jembatan permanen di dusun Bilante, terputus.

Penulis : Muh Haswadi
Editor : Ihwan Fajar

Rekomendasi Berita

Baca Juga