Sikap FKPPI Sulsel yang Seruduk Rumah Pribadi Mukhtar Tompo Berbahaya Bagi Demokrasi

29
Mukhtar Tompo, FKPPI, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/POLRI, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Makassar, Sulsel, Media di Sulsel, Sulselsatu, Terkini dan Terbaru tentang Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pendiri Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Sulsel, Ismail Radjab menilai sikap organisasi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/POLRI (FKPPI) Sulsel yang mendatangi rumah pribadi Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo, Kamis (27/4/2017) kemarin, sangat berbahaya bagi demokrasi.

Diketahui sebelumnya, rumah pribadi Mukhtar Tompo yang terletak di Jalan Hertasning Baru diseruduk oleh puluhan anggota FKPPI. Mereka menuntut penjelasan terkait kritikan Mukhtar soal Bendungan Kareloe yang dianggap menyudutkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Ada apa dengan komentar Pak Mukhtar Tompo? Posisinya Pak Syahrul saat Mukhtar Tompo memberi komentar kan sebagai gubernur. Salah besar kalau FKPPI melarang Mukhtar Tompo berkomentar, ini bahaya buat demokrasi kita,” jelas Mail, sapaan akrab Ismail Rajab kepada Sulselsatu.com, Jumat (28/4/2017).

Menurutnya, menyampaikan pendapat sudah diatur dengan Undang-Undang. Ketika ada sekelompok yang coba menekan seseorang atau kelompok yang berkomentar maka itu jelas melanggar Undang-Undang.

“UU Nomor 9 Tahun 1998 sudah jelas disitu bahwa menyampaikan pendapat itu sah-sah saja dan kalau ada yang melakukan pelarangan berarti melanggar UU,” terang Mail.

Lanjut Mail, hal seperti ini mengingatkan dirinya pada era Orde Baru. Dimana pada saat itu tidaklah diizinkan untuk berkomentar tentang kinerja pemerintah. Jangankan mengkritik, membuat karya sastra puisi seperti yang Wiji Thukul lakukan saja dilarang.

“Kalau ini dibiarkan bisa-bisa akan terulang Orde Baru di Sulsel. Dimana semua orang harus diam, kritik kinerja pemerintah tidak boleh,” tutup Mail.

Penulis : Munawir
Editor : Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga